Connect with us

Berita Terbaru

Bina Marga Ungkap Penyebabnya Jalan Amblas Kandang Genteng; Seret Nama PDAM

Published

on

Jalan di Kampung Kandang Genteng, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Kembali amblas. (Istimewa)

Tangerang- Amblasnya jalan di Kampung Kandang Genteng RT 006 RW 003 disebabkan oleh gerusan air sungai Cisadane yang melintasi jalan di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. 

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Tangerang Slamet Budi mengatakan, sejak jalan tersebut longsor pada Februari 2021 lalu pihaknya sudah melakukan perbaikan. 

Akan tetapi, penanganan baik pada jalan dan tanggulnya hanya bersifat sementara. Hal ini dikarenakan perbaikan secara permanen merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane. 

“Amblasnya ini disebabkan oleh gerusan air. Itukan posisinya di belokan sehingga tendangan air cukup keras lama-lama tergerus. Sebetulnya itu merupakan kewenangan dari balai besar termasuk tanggulnya. Kita lakukan penanganan tapi tidak boleh permanen,” Kata Slamet Budi kepada BantenHits, Rabu 7 Juli 2021. 

BACA :  PN Serang Eksekusi Ruko di Kawasan Mega Cilegon

Ia melanjutkan, sejak awal terjadi longsor pihaknya sudah berkoordinasi dengan balai besar agar dilakukan penanganan secara permanen. Namun, di tahun 2021 ini BBWS Ciliwung Cisadane tidak punya anggaran. 

Terlebih, dalam situasi pandemi ini banyak alokasi anggaran dari pusat yang difokuskan untuk penanganan COVID-19. 

“Kami koordinasi dengan balai bagaimana untuk penanganan karena itu adalah jalan objek vital bagi masyarakat Tanjung Burung. Tapi setelah kita koordinasi dengan balai untuk 2021 anggaran tidak ada untuk penanganan tanggul,” Jelasnya.

Meski begitu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BBWS Ciliwung Cisadane agar segera dilakukan penanganan secara permanen. 

Apalagi, ruas jalan rawan longsor di kampung Kandang Genteng akibat gerusan air sungai Cisadane ini semakin  banyak ada sekitar 40 meter dari total penanganan 150 meter. 

BACA :  PSBB di Tangerang Sudah Masuk Tahap VII, Kok Gubernur Baru Minta Warga dari Luar Dikarantina? 

“Nah di situ ada pipa PDAM juga yang jebol mungkin itu jadi salah satu penyebab longsor nya juga,” Ujarnya.

Kendati demikian, menurut dia amblasnya jalan di Desa Tanjung Burung tidak sampai membuat warga terisolir.

Meski jalan utama ditutup sementara, namun masyarakat masih bisa menggunakan jalan di sebelahnya yang dibangun oleh Dinas Bina Marga beberapa bulan lalu. 

“Untuk sementara ini masih bisa digunakan jalan yang kemarin kita buat. Tapi kalau nggak dilakukan penguatan pada tanggulnya jalan yang ini juga pasti jebol lagi karena airnya di situ cukup keras,” Tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler