Connect with us

Berita Terbaru

Bukan Akibat Pipa Perumdam TKR yang Bocor, Penyebab Utama Jalan Amblas di Tanjung Burung Ternyata Ada Turab Longsor

Published

on

Turab yang longsor membuat pipa kecil milik Perumdam TKR Kabupaten Tangerang putus. Longsornya turab juga diduga memicu jalan amblas di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga. (Istimewa)

Tangerang – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja atau Perumdam TKR Kabupaten Tangerang membantah kebocoran pipa miliknya menjadi penyebab jalan amblas di Kampung Kandang Genteng, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perumdam TKR, Dodi menyebutkan, jalan amblas di Tanjung Burung justru dipicu longsornya turab sungai di lokasi.

Menurut Dodi, saat kejadian pun, jajarannya sudah melakukan pengecekan dan perbaikan melalui Kantor Unit Perumdam TKR di Teluk Naga.

BACA :  Tak Kunjung Bayar Utang, Kakak Tega Tusuk Adik di Tigaraksa

“Jadi ada longsor. Pipa kami ketarik dan bocor. Pipanya saja pipa kecil. Ukuran 75 inch. Gak mungkin pipa kecil bisa langsung bikin amblas,” jelas Dodi kepada BantenHits.com, Kamis, 8 Juli 2021.

“Sekarang pipa kami sudah tersambung lagi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSA) Kabupaten Tangerang Slamet Budi usai ke lokasi longsor mengatakan, selain karena gerusan air sungai Cisadane, longsornya jalan di Tanjung Burung juga disebabkan oleh kebocoran pipa milik Perumdam TKR.

“Di situ (lokasi longsor) ada bocor pipa PDAM 3 inch apa 5 inch bocor. Makanya kita tadi kita komunikasi dengan PDAM untuk ditangani kebocorannya. Karena kan air jadi rembes terus,” kata Slamet Budi kepada BantenHits.com, Rabu 7 Juli 2021.

BACA :  Cemburu, Aan Bacok Kekasih Mantan Istrinya di Lebak

Meski begitu, dirinya tidak mengetahui secara pasti sejak kapan pipa milik Perumdam TKR tersebut mengalami kebocoran.

“Kalau itu saya nggak tahu pasti. Tadi sudah ambruk air PDAM banyak juga itu makanya saya langsung kontek PDAM. Tadi langsung petugasnya datang ke lokasi untuk pemindahan pipa,” terangnya.

Terkait dengan perbaikan jalan yang amblas tersebut, lanjut Budi, Dinas Bina Marga telah mengirim alat berat dan akan dilakukan pembersihan terlebih dahulu pada esok hari. 

Selain itu, agar perbaikan jalan dan tanggul di Tanjung Burung bisa dilakukan secara permanen, pihaknya juga akan mengirimkan surat permohonan percepatan penanganan permanen ke balai besar dan Menteri PUPR.

“Besok juga saya buatin surat laporan tertulis ke pak bupati selanjutnya kita juga siapkan surat permohonan pak bupati ke pak menteri PUPR untuk bisa segera dianggarkan,” tuturnya.

BACA :  Hudaya Minta Pejabat di Kab Serang Berkompetisi untuk Bangun Daerah Lebih Baik

Ia menambahkan, penanganan secara permanen di jalan Desa Tanjung Burung itu diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp 25 miliar untuk kebutuhan sheet pile dan terasering sepanjang 150 meter di ruas jalan yang rawan longsor.

Sheet pile adalah sebuah struktur yang didesain dan dibangun untuk menahan tekanan lateral (horizontal) tanah.

“Perkiraan perhitungan kasar untuk kebutuhan sheet pile dan terasering sekitar Rp 25 miliar,” tukasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler