Connect with us

Berita Utama

Masih Banyak RS Kesulitan Pasokan, Wakil Rakyat dari Banten Tagih Janji Pemerintah Alihkan Gas Oksigen Industri ke Medis

Published

on

Wakil rakyat dari Banten yang menjabat Ketua FPKS DPR RI, Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto menyebut masih banyak rumah sakit kekurangan pasokan gas oksigen. (Dok. Pribadi)

Jakarta – Wakil rakyat dari Banten yang menjabat Ketua FPKS DPR RI, Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto meminta Pemerintah tepati janji alihkan pasokan gas oksigen sektor industri ke sektor medis.

Mulyanto melihat hingga saat ini kebijakan itu belum dijalankan sehingga beberapa rumah sakit masih kesulitan mendapatkan pasokan gas oksigen untuk melayani pasien.
Anggota Komisi VII DPR RI ini mendapat laporan hingga saat ini perusahaan penghasil bahan baku liquid oxygen masih menyalurkan produknya ke sektor industri. Akibatnya produsen gas oksigen untuk medis kekurangan bahan baku.

BACA :  Musancab Demokrat Diduga Bermasalah, Puluhan Ketua PAC se-Kabupaten Serang Sampaikan Mosi Tidak Percaya

“Padahal kita berharap produsen gas oksigen untuk medis ini dapat mengoptimalkan kapasitas pabriknya mencapai seratus prosen dan bahkan menambah kapasitas produksi baru. Upaya ini tidak bisa dipenuhi kalau bahan baku liquid oxygen-nya tetap dialirkan ke sektor industri seperti biasa,” ungkap Mulyanto melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com, Rabu, 14 Juli 2021.

“Pemerintah harus serius mengawasi distribusi dan alokasi bahan baku liquid oxygen ini di lapangan. Bila tidak ujung-ujungnya produksi gas oksigen untuk sektor medis tetap akan mengalami kekurangan dan ujung-ujungnya kita hanya mengandalkan impor gas oksigen,” sambungnya.

Untuk diketahui, lanjutnya, produksi gas oksigen dalam negeri total sebesar 640 juta ton per tahun dengan kapasitas produksi sebesar 74 persen. Dari jumlah ini sektor industri dialokasikan sebesar 70 persen, sedang sektor medis dialokasikan sebesar 30 persen.

BACA :  Perketat Keamanan, Rutan Rangkasbitung Tambah Tinggi Tembok Keliling

Dengan peningkatan tajam kebutuhan gas oksigen di sektor medis, maka selain upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi gas oksigen yang belum optimal dan menambah kapasitas pabrik baru, Pemerintah berjanji akan meningkatkan alokasi gas oksigen untuk sektor medis bahkan mencapai 100%.

“Jadi, implementasi janji Pemerintah untuk menggeser alokasi gas oksigen dari sektor industri ke sektor medis sampai 100 persen di masa-masa panik seperti sekarang ini sangat ditunggu,” tegasnya.

Menurut Mulyanto, pemerintah melalui aparat pengawasannya, perlu memastikan bahwa bahan baku liquid oxygen untuk produksi gas oksigen medis tercukupi baik untuk pengoptimalan kapasitas produksi terpasang yang ada maupun untuk penambahan kapasitas baru.

Editor: Fariz Abdullah

BACA :  Belanda Dominasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Museum Multatuli



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler