Connect with us

Berita Terbaru

Sadis! Begini Detik-detik Sang Mantan Bunuh Lalu Bakar Wanita Cantik di Cisauk hingga Gosong

Published

on

Gelar Perkara Oleh Polres Tangerang Selatan Kasus Pembunuhan Gadis Muda di Cisauk Yang Mayatnya Ditemukan Hangus Terbakar. (Istimewa)

Tangerang- Kepolisian dari Polres Tangerang Selatan merilis kasus pembunuhan terhadap Siti Zahra (19), yang mayatnya ditemukan gosong di kebun kosong di wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Dari dua tersangka yang ditangkap yakni DS (20) dan UT (42), polisi hanya menghadirkan tersangka UT  lantaran tersangka DS dinyatakan positif COVID-19.

Dari keterangan polisi terungkap, pembunuhan sadis terhadap Zahra sudah direncanakan oleh kedua tersangka sejak tiga hari sebelumya.

Motifnya, tersangka DS sakit hati karena pada saat melamar korban ia dan keluarganya mendapat penolakan dari keluarga korban.

BACA :  Grafik Penderita Covid-19 di Kabupaten Tangerang Turun, Zaki Langsung Tutup Rumah Singgah Griya Anabatic untuk Hemat Anggaran

“Kedua pelaku sudah merencanakan sejak hari Senin sampai hari Kamis malam eksekusinya itu sudah direncanakan,” Kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Immanudin, Selasa 13 Juli 2021.

Sebelum membunuh Zahra, kedua tersangka terlebih dahulu menjemput korban di tempat kerjanya pada Kamis malam, 8 Juli 2021.

Oleh keduanya korban dibawa ke sebuah kebun kosong milik perusahaan swasta di Cisauk, Kabupaten Tangerang. 

Di tempat tersebut pelaku kemudian mencekik Zahra hingga tewas dan menutup mayatnya dengan kayu lalu dibakar oleh kedua pelaku. 

“Korban kemudian dicekik hingga tewas, mayatnya lalu dibakar,” Ungkap Iman

Usai membunuh korban kedua tersangka kemudian meninggalkan jasad korban yang dibiarkan terbakar. Hingga pada Jumat malam, 9 Juli 2021, polisi berhasil menangkap kedua tersangka di Kampung Cibogo, Kecamatan Cisauk.

BACA :  Pemkab Lebak Diusulkan Mekarkan Tiga RW di Desa Sukaraja

Atas perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat dengan pasal dengan Pasal 340 KUHP dan/atau Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 170 KUHP dan/atau Pasal 365 KUHP.

“Ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman maksimal penjara 20 tahun maksimal,” Tukas Iman.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler