Connect with us

Berita Terbaru

Sidak Penyaluran BPNT di Pulosari, Dinsos Pandeglang Temukan Agen E-Warung Tak Sesuai Pedum

Published

on

Kepala Dinas Sosial Pandeglang, Nuriah saat Melakukan Sidak Penyaluran BPNT di Kecamatan Pulosari. (Samsul Fatoni/BantenHits.com)

Pandeglang – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, Nuriah menemukan agen E-Warung yang tak sesuai dengan pedoman umum (Pedum).

Temuan ini diketahui saat Nuriah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Sabtu 17 Juli 2021.

Pantauan BantenHits.com, Nuriah terlihat kesal saat meminta keterangan dari pemilik E-Warung soal komoditas yang kurang lengkap namun tidak ditanggapi dengan serius.

“Kami temukan E-Warungnya tidak sesuai dengan Pedum. Lantaran tidak ada pelang, tidak memiliki gudang dan kekurangan lainnya. Bahkan pas kami liat komoditasnya kurang dan tidak lengkap,” ungkap Nuriah.

BACA :  KPU Lebak Siapkan Kampung Demokrasi; Berharap Masyarakat Cerdas Memilih

Atas temuan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk memverifikasi ulan E-Warung milik Uniah tersebut.

“Daftar harga saja dipasangnya dadakan. Terus gudangnya tidak ada, maka saya akan koordinasi dengan BTN agar dilakukan verifikasi ulang,” tegasnya.

Ia juga menegaskan tim pendamping atau TKSK jangan diam, harus bisa membimbing dan mengarahkan agar E-Warung dapat memenuhi standar Pedum BPNT.

“Sebelumnya juga TKSK sudah kami berikan Surat Peringatan (SP), kaitan dengan Validasi penerima Bansos. Tapi lagi – lagi sekarang ada agen BPNT yang tidak sesuai Pedum,” ujarnya.

Sementara, pemilik E-Warung Uniah mengaku, komoditas sembako yang didapatnya dari pihak suplayer PT AAM. Saat ditanya kenapa tidak ada gudang dan pelang warung, ia tidak memberikan jawaban apapaun dan memilih diam.

BACA :  Ayo Hidup Sehat dan Setop Merokok untuk Menghindari Dampak Terburuk COVID-19!

“Kalau barangnya dari pihak suplayer (PT AAM),” singkatnya.

Terpisah TKSK Pulosari, Encep Arohman beralasan bahwa komoditas yang ditemukan timbangannya kurang, bukan untuk diberikan kepada warga. Tapi untuk pemilik E-Warung dari pihak suplayer.

Namun saat disinggung soal keberadaan E-Warung yang dianggap tidak sesuai dengan Pedum oleh Kadinsos Pandeglang, ia tidak memberikan alasan apapun.

“Komoditas BPNT yang ditimbang kembali itu dapat ngasih dari Suplayer ke pemilik Agen. Karena biasanya dari jumlah keseluruhan ada lebihnya,” tutupnya.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler