Connect with us

Berita Terbaru

Harga Minyak Dunia Melonjak, PKS Warning Pemerintah: Jangan Naikan Harga BBM Kasihan Rakyat, Kan Sudah Untung!

Published

on

Foto ilustrasi: Komisaris PT Pertamina Komjen Pol Condro Kirono saat meninjau Fuel Terminal Tanjung Gerem, Kota Cilegon.(Dok.BantenHits.com) 

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, meminta Pemerintah tidak ikut menaikkan harga BBM dalam negeri ketika harga minyak dunia melonjak.

Pemerintah harus konsisten dengan kebijakan sebelumnya yang tidak menurunkan harga BBM dalam negeri ketika harga minyak dunia anjlok.

“Apalagi dalam kondisi sulit seperti sekarang ini, sebaiknya Pemerintah jangan menaikkan harga BBM. Kasihan rakyat. Daya belinya masih belum pulih. Jika harga BBM dinaikan akan menambah beban hidup rakyat yang sekarang sedang melaksanakan PPKM,” tegas Mulyanto melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com, Selasa, 20 Juli 2021.

Menurut Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini, beberapa bulan lalu Pertamina mengumumkan laba yang dihasilkan. Laba itu didapat dari keuntungan dimana rakyat membeli BBM dengan harga normal di saat harga minyak dunia anjlok.

BACA :  Meninggal Dunia dengan Status PDP Corona, Pria asal Ciracas Kota Serang Dimakamkan di TPU Kaujon dengan Cara Ini

“Nah, sekarang Pertamina harus siap menerima konsekuensi. Jangan ikut-ikutan menaikan harga BBM di saat harga minyak dunia naik. Jangan rakyat lagi yang dikorbankan,” ujarnya.

Untuk meringankan biaya pengadaan BBM yang net importer itu, Mulyanto minta Pemerintah menyediakan kompensasi yang memadai untuk meringankan Pertamina. Pemerintah jangan lepas tangan menyikapi fluktuasi harga tersebut.

“Pemerintah harus benar-benar memperhatikan kondisi riil ekonomi masyarakat di tengah pandemi ini,” tegas Mulyanto.

Berdasar pemberitaan, Mulyanto menyebut, harga minyak dunia naik hingga sempat menyentuh harga tertinggi di level USD 77,16/barel di awal bulan Juli untuk minyak berjangka jenis Brent.

Kenaikan harga minyak juga terjadi pada harga MPOS ataupun Argus yang merupakan harga acuan dalam menentukan harga BBM dalam negeri sesuai Kepmen ESDM No.62/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan/atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

BACA :  Soal Macet Jalan Iko Jatmiko, Polisi: Dipasang Larangan Parkir Kok Ada Juru Parkir?

“Pemerintah harus mempertimbangkan bahwa saat ini Premium sudah jarang ditemukan. Sebagian besar SPBU sudah tidak menjual BBM jenis Premium. Yang ada dan yang paling murah hanya Pertalite. Karena itu Pemerintah jangan ikut menaikkan harga Pertalite ini,” tandas Mulyanto.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler