Connect with us

Berita Utama

Pemerintah Diminta Jujur soal Vaksin Sinovac, Ada Apa?

Published

on

Foto Ilustrasi: Vaksin COVID-19 tiba di Banten dengan pengawalan ketat polisi bersenjata lengkap, Minggu malam, 3 Januari 2020. Kedatangan vaksin di Banten lebih cepat dari rencana. (Dok.BantenHits.com)

Jakarta – Wakil rakyat di Senayan asal Banten, Mulyanto meminta pemerintah jujur melakukan evaluasi terhadap efektivitas Vaksin Sinovac.

Anggota Komisi VII DPR RI ini minta Pemerintah evaluasi secara serius efektifitas vaksin Sinovac dalam program vaksinasi COVID-19.

Menurutnya, pemerintah jangan ragu untuk mengganti vaksin Sinovac dengan merek lain bila terbukti tidak efektif.

“Pemerintah harus jujur melakukan evaluasi ini. Semua harus diungkap apa adanya. Jangan sampai uang yang ratusan triliun untuk vaksinasi tidak berdampak terhadap upaya penanggulangan COVID-19 di tanah air,” tegas Mulyanto dalam keterangan tertulis kepada BantenHits.com.

BACA :  Mahasiswa Minta Anggota DPRD Pandeglang Periode 2019-2024 yang Baru Dilantik Tak Tunduk pada Kekuasaan

Mulyanti menyitir ramainya pemberitaan yang menyebutkan Pemerintah China memborong vaksin Pfizer buatan Amerika untuk keperluan vaksinasi rakyatnya.

Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan, apakah Pemerintah China sendiri meragukan kemampuan vaksin produksi dalam negeri mereka?

Beberapa negara lainnya yang semula menggunakan Sinovac juga menyatakan beralih ke merek lain. Setidaknya Malaysia dan Thailand akan menghentikan penggunaan Sinovac bila persediaan habis, selanjutnya akan menggunakan vaksin merek lain untuk kelanjutan program vaksinasi di negara mereka.

“Kita harus evaluasi vaksin Sinovac ini secara serius, karena faktanya efikasi vaksin ini menurut WHO hanya 51% dan hasil Uji BPOM hanya 65%. Kan masih ada jenis vaksin yang lebih tinggi efektivitasnya. Jadi wajar kalau kita minta Pemerintah mengganti vaksin Sinovac ini dengan jenis vaksin yang efikasinya lebih tinggi,” kata Mulyanto.

BACA :  Tanah Retak, Belasan Rumah di Kadusirung Tangerang Rusak

Mulyanto mendorong Pemerintah mempercepat produksi vaksin Merah Putih yang tengah dikembangkan oleh LBM Eijkman.

Untuk itu Pemerintah perlu mengalokasikan sumberdaya dan sumber dana yang cukup untuk percepatan riset dan produksi vaksin dalam negeri ini.

Selain itu Pemerintah perlu memperbanyak titik vaksinasi secara massif. Bila perlu fungsikan puskesmas, posyandu, kelurahan dan kantor RW. Sehingga makin mudah dan banyak masyarakat yang terlayani.

“Negara jangan kalah dengan kepentingan mafia impor vaksin. Negara harus berani bersikap dalam kondisi krisis ini. Yang kita pertaruhkan bukan semata soal anggaran yang besar tapi nasib rakyat Indonesia,” tandas Mulyanto.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler