Connect with us

Berita Terbaru

Waduh Kejari Endus Aroma Korupsi di Salah Satu OPD Kota Cilegon; Kasusnya Masih Rahasia

Published

on

Kepala Kejari Cilegon, Ely Kusumastuti (tengah) saat memberikan keterangan pers. (BantenHits/Iyus Lesmana)

Cilegon- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon mengklaim tengah melakukan penyelidikan terhadap salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Baja.

Ya, hal itu dilakukan lantaran korps Adhyaksa mengendus adanya praktik dugaan korupsi. Menariknya, kasus yang dicurigai mereka kini tengah masuk tahap penyidikan.

“Sprindik-nya sudah saya tandatangani tadi pagi. Kalau sudah penyidikan, sebenarnya tidak apa-apa kalau kami buka, tapi saya tidak mau kalau OPD itu disebutkan malah akan menimbulkan kegaduhan di pemerintahan dan masyarakat Cilegon,”kata Kepala Kejari Cilegon, Ely Kusumastuti usai melaksanakan upacara secara virtual dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke 61 di gedung Kejari Cilegon, Kamis, 22 Juli 2021.

BACA :  Resahkan Masyarakat, Empat Warem di Pulomerak Ditutup Petugas

“Apalagi kita sekarang masih fokus dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),”tambahnya.

Ely mengaku tengah melakukan koordinasi dengan Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengenai kasus dugaan korupsi yang masih dirahasiakan tersebut.

Meski demikian, Ely menegaskan akan memberikan informasi secara terbuka kepada publik dalam waktu dekat ini.

“Mohon waktu 1-2 munggu kedepan ya, nanti pasti kami umumkan OPD mana dan siapa tersangkanya dalam kasus ini. Kami terbuka dan tidak ada yang ditutupi-tutupi kepada teman-teman wartawan,” bebernya.

“Belum dapat kami sebutkan nama dinasnya. Kami juga ingin membangun marwah dan wibawa penegakan hukum di Kota Cilegon, jadi kami tidak main-main. Kami ingin meredam supaya tidak ada kegaduhan, dan akan kami ungkap setelah masa PPKM selesai,”tandasnya.

BACA :  Rumah Terbakar, Duda di Kalanganyar Lebak Alami Luka Bakar

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler