Connect with us

Berita Terbaru

Ingin Dikebumikan di Pemakaman Balung, Keluarga Pasien Covid-19 di Cilegon Harus Bayar Rp4 Juta

Published

on

Pemakaman Balung. (BantenHits/Iyus Lesmana)

Cilegon- Masyarakat Kota Cilegon dibuat heboh oleh adanya kabar pungutan biaya untuk pemakaman pasien Covid-19. Tak tanggung-tanggung besarannya mencapai Rp4 Juta.

Kabar itu merebak setelah ketua RT 007 RW 005, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, TS angkat bicara.

Menurutnya, sejak Juni lalu permintaan uang pemakaman untuk pasien Covid-19 yang ingin dikebumikan di Pemakaman Balung, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon sudah terjadi.

“Yang meminta pengurus pemakaman. Saya bayar ke mereka Rp.4 juta, itu sudah clear,”Ungkap TS, Senin, 26 Juli 2021.

Kata TS, sejak pandemi Covid-19 terjadi di lingkungannya terdapat 5 warga yang meninggal akibat terjangkit virus tersebut serta dimakamkan di Pemakaman Balung. Teranyar, pihaknya melakukan pengamanan pada Senin, 26 Juli 2021.

BACA :  Bupati Iti Diminta Copot Sekda

“Kalau Rp2 juta atau Rp2,5 juta masih masuk akal, kalau Rp4 juta kasihan juga sohibul musibah nya juga, karena mereka mengeluarkan biaya juga segala macem, saat isoman juga kan pasti banyak biaya keluar,”tandasnya.

Sementara itu terpisah saat dikonfirmasi awak media Suherman, Lurah Ciwedus menepis jika ada pungutan biaya yang diwajibkan untuk melakukan pemakaman warga yang terpapar akibat Covid-19.

“Nggak (dipatok) kita kumpulin sama RW semua. jadi kalau misalkan ada orang 7 atau orang 8 ya kita manusiawi lah ya kita kasih Rp 200-an (ribu) manusiawi lah, namanya pemakaman gratis, kalau memang mau ngegali sendiri silakan ngegali sendiri, tapi kan rata-rata (penggali) ada 6-8 orang dan banyak tuh sekarang yang meninggal, kalau dikali Rp 200 dikali 8 kan Rp 1.6 juta,”kilahnya.

BACA :  Panggung Perdamaian GMKI Serang Tolak Tindakan Fasis dan Rasis Terhadap Mahasiswa Papua

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler