Connect with us

Berita Terbaru

Sisi Gelap di Balik Penghargaan KLA dari Tingkat Pratama – Madya yang Diraih Kabupaten Pandeglang

Published

on

Ilustrasi Pencabulan (Net)

Pandeglang – Kabupaten Pandeglang telah mendapatkan penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tingkat madya dari Kementerian PPPA kemarin. Sebelumnya Kabupaten ini meraih KLA tingkat pratama.

Di balik penghargaan tetsebut, Kabupaten Pandeglang memiliki sisi gelap terkait kekerasaan seksual dan pelecehan terhadap anak. Bahkan saat Pandeglang meraih penghargaan KLA tingkat pratama pada tahun 2019, kasus kekerasaan anak masih tergolong tinggi.

Dari catatan Komisi Nasional (Komnas) Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pandeglang, pada tahun 2019 lalu terdapat 26 kasus dengan rincian kasus pelecehan seksual sebanyak 21 kasus, penganiyayaan 3 kasus, perkelahian 1 kasus dan penculikan 1 kasus.

“Pada tahun 2019 ada 26 kasus kekerasaan terhadap anak,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komnas LPA Pandeglang, Ayi Erlangga, Jumat 30 Juli 2021.

BACA :  Mayat Bayi Dibungkus Seragam Sekolah Ditemukan di Tempat Sampah

Sementara, untuk kasus kekerasan anak di tahun 2020 LPA mencatat ada sebanyak 7 kasus yang didominasi kasus pelecehan seksual terhadap anak, diantaranya pemerkosaan.

Dari jumlah kasus sebanyak itu, pihaknya telah melakukan advokasi atas kasus tersebut, mulai dari memberikan konseling kepada korban dan keluarga korban, mendampingi korban BBAP di UPPA Polres Pandeglang, upaya pendampiingan lainnya.

“Pada tahun 2020 lalu kasus kekerasan terhadap anak mayoritas pelecehan seksual. Penyelesaian kasusnya ada yang melalui diselesaikan secara kekeluargaan hingga proses hukum,” ujarnya.

Sedangkan pada tahun 2021, berdasarkan data dari Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kabupaten Pandeglang Ahmad Subhan menyebut sejak Januari-Juli sudah ada 25 orang yang menjadi korban tindakan bejat tersebut.

BACA :  GNPF MUI: Jaga Ukhuwah Islamiah, Wujudkan Persatuan dan Kesatuan

Puluhan anak yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual itu mayoritas masih berusia rentan. Pihaknya pun sudah memberikan pendampingan supaya kasus ini bisa diselesaikan secara hukum.

“Dari Januari sampai sekarang itu ada 25 kasus, korbannya rata-rata masih anak-anak usianya,” kata Ahmad.

Meski demikian, pendiri gerakan sosial Pandeglang Care Movement (PCM) ini mengapresiasi penghargaan yang diraih Kabupaten Pandeglang. Namun dia meminta, Pemkab Pandeglang tidak terlena dengan penghargaan tersebut.

“Masih banyak yang perlu dibenahi terkait KLA di Pandeglang ini, salah satunya iklan rokok yang masih terlihat di fasilitas umum, taman ramah anak yang tidak steril dari rokok serta belum adanya pojok asi di fasilitas umum dan OPD pelayanan,” tutupnya.

BACA :  Diduga Korsleting Listrik, Rumah dan Uang Rp 200 Juta Ludes Terbakar di Lebak

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler