Connect with us

Berita Utama

Harga Baju Baru Anggota DPRD Kota Tangerang 675 Juta, Pentingan Dandan atau Penanganin COVID-19 Sih?

Published

on

Foto ilustrasi: Gedung DPRD Kota Tangerang. (Google) 

Tangerang – Para wakil rakyat yang terhormat di DPRD Kota Tangerang, saat ini tengah bersiap untuk tampil dengan baju baru.

Tak tanggung-tanggung, untuk mendukung tampilan para Anggota DPRD Kota Tangerang ini, Pemkot Tangerang menggelontorkan Rp 675 juta.

Berdasarkan informasi dari https://lpse.tangerangkota.go.id/, tender untuk pengadaan baju baru para wakil rakyat di Kota Tangerang ini dimulai 7 juni 2021 dan sudah selesai. Pihak pemenangan tender pun sudah diketahui.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, anggaran pakaian Anggota DPRD Kota Tangerang Rp 312, 5 juta atau naik dua kali lipat.

Jaga Perasaan Warga yang Lagi Sulit

Pengamat komunikasi publik dari Unis Tangerang, Mochammad Mirza menilai, pengadaan pakaian anggota dewan perlu ditinjau ulang.

BACA :  Mayat Terbungkus Lakban Itu Pengusaha

Selain nilai anggaran pakaian dari tahun sebelumnya mengalami kenaikan 100 persen, ada faktor lain harus dilihat yaitu menjaga
perasaan warga Tangerang yang harus bertahan di situasi yang penuh dengan ketidak pastian seperti saat ini.

“Pengadaan Seragam perlu ditinjau ulang, baik dari sisi kenaikan anggaran yang terlalu
signifikan dari tahun sebelumnya, juga yang perlu diperhatikan menjaga perasaan warga
Tangerang yang saat ini sedang mengalami situasi sulit,” kata Mochammad Mirza dalam keterangan tertulis kepada BantenHits.com.

Mirza khawatir, jika benar-benar terealisasi, pengadaan pakaian dinas itu akan merusak citra dan wibawa anggota dewan.

“ Saya melihat tak ada hal urgensi dari pengadaan pakai 50 anggota dewan,” katanya.

BACA :  BPD Cadasari Sebut Pembangunan Kantor Desa Tidak Transparan

Dosen Ilmu Komunikasi Unis Tangerang ini menyarankan, sebaikanya anggaran pakaian dibatalkan dan dialihkan untuk membantu penanganan COVID-19.

“Sebenarnya ketimbang digunakan untuk membeli pakaian, akan lebih baik jika prioritas anggaran tahun ini dialihfungsikan untuk penanganan COVID-19, itu akan lebih tepat guna,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler