Connect with us

Berita Terbaru

202 Desa di Pandeglang Gelar Pilkades, Persatuan Mahasiswa Cisata Serukan Tetap Damai dan Tolak Money Politic

Published

on

Persatuan Mahasiswa Cisata (Permata) memberikan pendidikan demokrasi jelang pelaksanaan pilkades 2021 di Pandeglang. (BantenHits.com/ Samsul Fatoni)

Pandeglang – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 206 desa di Pandeglang akan segera digelar dalam hitungan hari jika jadwalnya tidak dilakukan pengunduran lagi oleh Pemkab Pandeglang.

Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut, Persatuan Mahasiswa Cisata (Permata) memberikan pendidikan demokrasi melalui dialog publik dengan mengusung tema “Pilkades Damai Anti Money Politic” yang digelar di Gedung Taman Baca Kantor Kecamatan Cisata, Pandeglang, Sabtu 7 Agustus 2021.

Ketua Umum Permata, Erik berharap, pilkades serentak yang dijadwalkan tanggal 15 Agustus mampu menciptakan suasana yang damai dan kondusif.

BACA :  Anggota TNI Ditusuk Istri Sendiri Pakai Pecahan Mangkuk

Untuk menciptakan kondisi tersebut, menurutnya, perlu adanya pendidikan demokrasi terhadap masyarakat seperti yang dilakukan Permata.

“Dalam memberikan pendidikan demokrasi terhadap masyarakat, bukan hanya oleh pemerintah saja. Semua kalangan pun harus, bahkan para calonnya pun juga harus mampu menciptakan kondusifitas, agar tidak terjadi konflik antar masyarakat,” ungkap Erik di sela – sela diskusi.

Tidak dipungkiri, kata Erik, dalam setiap perhelatan politik baik di tingkat desa maupun nasional, sering terjadi konflik di kalangan masyarakat.

Nah, untuk menghidari hal tersebut, peran semua pihak dibutuhkan dalam mengawal dan memberikan pendidikan demokrasi di masyarakat tersebut.

“Seperti teman – teman Mahasiswa juga harus mengawal jalannya pesta demokrasi Pilkades ini. Supaya dapat berjalan lancar, damai dan kondusif. Terlebih sekarang ini lagi pandemi COVID-19, yang tentunya harus juga tercipta Pilkades yang sehat,” katanya.

BACA :  Vaksin Sinovac di Kota Tangerang Mulai Disuntikkan; Dokter Senior Ini Ungkap Reaksi saat Proses hingga Setelahnya

Dikatakannya, dalam kontestasi politik tentu ada perbedaan pandangan dan dan dukungan di kalangan masyarakat. Namun kata dia, sebuah perbedaan adalah sebuah pendewasaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan.

“Perbedaan dukungan itu hal yang wajar dalam pesta demokrasi. Tapi jangan sampai perbedaan itu dijadikan permusuhan, untuk itu kami ingin peserta Pilkades juga dapat memberikan pemahaman hal itu kepada masyarakatnya,” ujar Erik.

Sementara, Camat Cisata, Atang Suhana mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Permata dalam menghadapi Pilkades serentak tersebut. Ia juga sangat mengharapkan, teman – teman Mahasiswa dari Permata juga dapat mengawal jalannya Pilkades, khususnya di wilayah Kecamatan Cisata umumnya se Pandeglang.

“Kami berharap teman – teman Mahasiswa ini juga dapat mengawal jalannya Pilkades di Cisata. Supaya terciptanya Pilakdes yang kondusif, damai dan sehat,” harapnya.

BACA :  Ratusan Warga Rawa Burung Kepung Gedung Dewan, Tolak Harga Pembebasan Lahan Runway 3 Bandara

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler