Connect with us

Berita Terbaru

Hanya Tersisa Baju yang Dipakai, Tarji Lemes Pulang Bertani Rumahnya Rata Dilalap Api

Published

on

Rumah Tarji, petani di Kampung Karet, Desa Sukasaba, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang. (BantenHits.com/ Samsul Fatoni)

Pandeglang – Tarji (65) tak pernah membayangkan, rumah yang puluhan tahun dihuninya di Kampung Karet, Desa Sukasaba, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang kini tak tersisa lagi setelah ludes dilalap api.

Bahkan, seluruh harta bendanya pun tak ada yang tersisa. Satu-satunya yang masih ada adalah baju yang dia kenakan saat pergi bekerja.

Peristiwa nahas yang dialami Tarji terjadi Rabu pagi, 11 Agustus 2021 sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu rumah sedang dalam keadaan kosong karena Tarji sudah berangkat bertani.

Kebakaran tersebut dipicu oleh korsleting listrik yang dalam sekejap langsung melalap habis rumah dan seisinya.

BACA :  Puskesmas Rawat Inap, Komitmen Pemkot Tangerang Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu, namun korban harus mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Saat kejadian, warga setempat telah berupaya melakukan pemadaman kobaran api yang membakar bangunan rumah korban. Namun karena hanya menggunakan alat seadanya, api pun sulit dilumpuhkan hingga semua bangunan rumah menjadi abu.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Munjul, Pandeglang, Puji Widodo membenarkan, jika di wilayahnya telah terjadi bencana kebakaran rumah yang menimpa warganya. Diakuinya, kebakaran terjadi akibat dari konsleting aliran listrik.

“Benar, satu rumah warga kebakaran akibat konsleting listrik. Akibat kebaran itu, semua bangunan rumah dan isi nya tidak ada yang tersisa. Hanya pakaian yang dikenakan korban saja yang tersisa,” ungkapnya.

BACA :  Sejak Bekerja di Warung Kopi, Casriah Jarang Terlihat

Terkait bencana yang menimpa warganya tersebut, pihaknya pun langsung laporan ke Pemda Pandeglang, supaya korban segera mendapat bantuan dari pemerintah.

“Sekarang korban dievakuasi ke rumah saudaranya. Kerugian yang dialami mencapai Rp 20 jutaan,” katanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler