Connect with us

Berita Terbaru

Bukan KPK, Ternyata Ini yang Bikin Mantan Wali Kota Merenung Malam-malam Usai Ditunjuk Pengganti Menteri yang Korupsi

Published

on

Menteri Sosial Juliari P. Batubara diborgol usai ditetapkan tersangka korupsi bantuan sosial untuk warga terdampak COVID-19. (Foto: bisnis.com)

Serang – Juliari P. Batubara, mantan Menteri Sosial yang juga kader PDIP menorehkan catatan kelam penanganan COVID-19 di Indonesia.

Bagaimana tidak, saat semua pihak bahu membahu membantu sesama yang terdampak pandemi COVID-19, Jualiari justru tega mengkorupsi bantuan sosial bagi warga terdampak COVID-19.

Setelah Juliari dikerangkeng KPK, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemudian menunjuk kader PDIP lainnya yang juga mantan Wali Kota Surabaya dua periode, Tri Rismaharini sebagai penggantinya.

Lantas bagaimana kondisi kebatinan Risma usai ditunjuk pengganti menteri yang korupsi?

Risma mengakui begitu jabatan tersebut diembannya, dia sangat takut. Tapi bukan takut ditangkap KPK seperti koleganya, melainkan takut jika jabatan tersebut tak bisa membuatnya mengurusi anak yatim di Indonesia.

BACA :  Bupati Lebak Terima Anugerah Parahita Ekapraya

Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Risma kepada awak media, termasuk wartawan BantenHits.com Mahyadi, saat Risma menyalurkan bantuan sosial di Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Jumat, 13 Agustus 2021.

“Saya paling takut kalo jadi menteri tidak bisa urusi anak yatim. Karena secara pribadi kalau kita punya kemampuan wajib hadiahi anak yatim. Saya takut bahkan ketika doa malam (saya bilang) apa saya bisa (merawat anak yatim), pasti besar nilainya untuk merawat sekian juta anak yatim,” ungkap Risma menceritakan doa di malam usai ditunjuk menjadi Mensos.

Mensos Tri Rismaharini memastikan bantuan untuk yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat COVID-19 akan disalurkan 2022.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Menurut Risma, saat ini dirinya sudah melakukan komunikasi dan menyampaikan kepada Menteri Keuangan bahwa anak yatim harus mendapatkan bantuan dari pemerintah.

BACA :  Seorang Pria di Serang Babak Belur Dihajar Warga

“Alhamdulillah setuju sekarang mulai dirapatkan. Mudah mudahan kalau udah ada lampu hijau saya minta Dirjen Resos untuk tangani, karena anak-anak pola dan lainya bagaiman aproses pencairan dan sebagainya. Sekarang edang dirapat kan,” ungkapnya.

Sementara, terkait anak-anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat COVID-19, lanjutnya, akan segera mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa uang yang besarannya disalurkan sesuai usia anak yatim piatu.

Mantan Wali Kota Surabaya dua periode ini menyebutkan, pihaknya saat ini tengah menyelesaikan proses pendataan anak yatim piatu.

“InsyAllah ini lagi proses, sementara yang sudah terdata ada 4 juta sekian itu belum yang baru ini, kita minta daerah realnya berapa,” ungkapnya.

BACA :  Tiba di Bandara Soetta, Peserta Aksi 2 Desember: Niat Kita Murni Ibadah

Risma menargetkan penyaluran bantuan untuk yatim piatu bisa diusulkan 2022 dan bisa dicairkan sembari menunggu data dari daerah yang memiliki data jumlah yatim piatu.

“Kita sudah diskusi dengan Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) agar bisa dicairkan tahun 2022,” jelasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler