Connect with us

Berita Terbaru

Pilkades Ditunda, Calon Kepala Desa di Pandeglang Diajak Sukseskan Vaksinasi

Published

on

Para calon kades di Pandeglang dikumpulkan di halaman Pendopo Pandeglang. Para calon kades diajak untuk turut menyukseskan program vaksinasi. (BantenHits.com/ Samsul Fatoni)

Pandeglang – Pilkades yang semula akan digelar di 206 desa di Kabupaten Pandeglang telah resmi diundur oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang sesuai Instruksi Mendagri Nomor 141/4251/SJ/2021.

Para calon kades yang akan bertarung pada kontestasi politik tingkat desa 2021 ini, dikumpulkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pandeglang di Pendopo Pandeglang, Jumat, 13 Agustus 2021.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengungkapkan, para calon kades dikumpulkan sebagai tindaklanjut pembahasan Instruksi Mendagri Nomor 141/4251/SJ tentang penundaan pilkades.

Menurut Irna, Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengajak calon kades untuk bersama menyukseskan vaksinasi masal di Pandeglang untuk mewujudkan terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok), sehingga hal itu dapat mempengaruhi terhadap percepatan pelaksanaan Pilkades di Pandeglang.

BACA :  Demi Pertahankan Tradisi Imbauan RT/RW Dicueki, Kini 46 Warga Bonang Harus Jalani Isolasi

“Peraturan itu dinamis, ayo kita sukseskan vaksinasi. Jika Pandeglang turun level lagi bisa zona kuning kita bisa ajukan ke pemerintah pusat untuk pelaksanaan Pilkades,” ungkap Bupati Irna, Jumat 13 Agustus 2021.

Dikatakannya, keputusan yang dikeluarkan Mendagri tentang penundaan pilkades ini bukan tanpa alasan. Irna meyakini, keputusan ini dengan pertimbangan yang matang khususnya memutus penyebaran COVID-19.

“Ada 514 Kabupaten se Indonesia yang melaksanakan Pilkades, khawatir terjadi ledakan kasus, untuk itu mari kita sukseskan vaksinasi insya Allah bisa sukses pula Pilkades serentak,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang, Suarno menuturkan, bukan hanya di Pandeglang, penundaan Pilkades ini berlaku untuk seluruh pilkades se-indonesia. Penundaan yang terjadi karena melihat situasi kondisi penyebaran COVID-19 aat ini, khususnya Jawa dan Bali.

BACA :  Kementerian Pariwisata Siapkan Rp 42 M untuk Pemulihan Pariwisata di Daerah Terdampak Tsunami Selat Sunda,  Banten Dapat Rp 9 M

“Siapapun tidak dapat memastikan Pilkades bisa dilaksanakan setelah dua bulan ke depan jika kondisi masih seperti saat ini. Namun, beda ceritanya kalo penyebaran COVID-19 sudah menurun. Maka mari kita gencarkan untuk mensukseskan vaksinasi dan mengetatkan prokes,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPRD Pandeglang, TB Udi Juhdi menambahkan, keputusan Mendagri merupakan salah satu aturan yang harus dipatuhi dalam pelaksanaan Pilkades serentak. 

“Kita tidak boleh bertolak belakang dengan aturan lebih tinggi, dasarnya inmendagri, apapun alasannya ini harus kita patuhi,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler