Connect with us

Berita Utama

Ini Baru Keren! Industri dan Civitas Akademika Berkolaborasi Ciptakan Nelayan Masa Kini

Published

on

Para traineer memperagakan pembuatan olahan dari hasil tangkapan nelayan dalam Festival Festival Nelayan Penguatan Pemberdayaan Keluarga Mandiri (PPKM) di Pangkalan Nelayan Tanjung Peni, Kelurahan Wanasari, Kota Cilegon. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Tonggak sejarah baru pemberdayaan nelayan di Banten, lahir lewat kolaborasi industri dan civitas akademika di Kota Cilegon, Sabtu, 14 Agustus 2021.

Lewat kolaborasi bertajuk Festival Nelayan Penguatan Pemberdayaan Keluarga Mandiri (PPKM) ini, seluruh stake holder sepakat menciptakan nelayan kekinian melalui pelatihan dan penyediaan fasilitas penunjang.

Kegiatan ini diselenggarakan PPM School Management bekerjasama dengan Krakatau Internasional Port (KIP), Krakatau Steel Centre & Trading dan Pertamina Gas.

Wartawan BantenHits.com, Iyus Lesmana melaporkan, peningkatan kesejahteraan para nelayan menjadi tujuan utama kegiatan yang digelar di Pangkalan Nelayan Tanjung Peni, Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil Kota Cilegon.

BACA :  Kampung Reforma Agraria di Pandeglang Diharapkan Jadi Role Model Daerah lain

Turut hadiri dalam kegiatan Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta, Direktur Utama KIP M Akbar Djohan, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon Tatang Tarmizi. 

Hikmatul Laila, salah satu Mahasiswa PPM School Management Angkatan 70 mengatakan, festival yang baru diadakan pertama kali ini bertujuan untuk mengupayakan pemberdayaan nelayan dari hulu ke hilir yang melibatkan 10 pangkalan Nelayan yang ada di Kota Cilegon. 

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga memberikan bantuan sarana dan prasarana tangkapan ikan yang dijadikan aset lembaga bersama seperti coolbox, freezer dan genset, pengolahan produk tangkapan ikan, sampai pemasaran tangkapan dan olahan masakan.

“Kami bertujuan menciptakan penguatan kelembagaan nelayan yang dapat mengelola aset dan mengedukasi nelayan untuk memiliki keterampilan pengolahan ikan dan pemasaran menggunakan sarana digital. Hal ini merupakan langkah awal dalam upaya memecahkan masalah nelayan di Cilegon selama ini,” ujar Hikmatul Laila.

BACA :  Akses Jalan Menuju Kantor Kecamatan Rusak Parah, PKS Lebak: Jangan Dibiarkan Saja

Wahyu Setyawan, salah seorang mahasiswa PPM School Management, mengajak kepada pihak terkait untuk menekankan pentingnya jaringan sehingga dapat menciptakan perkembangan nelayan di Kota Cilegon 

“Kami mengajak salah satu BUMN yaitu PT Perindo (Perikanan Indonesia) untuk menciptkan wadah membangun relasi dan promosi sehingga tangkapan ikan nelayan dapat berskala industri bahkan ekspor kedepannya,” bebernya.

Sementara Direktur Utama KIP, M Akbar Djohan mengataka, kegiatan ini sangat penting dilakukan dalam upaya pemberdayaan nelayan di sekitar Pelabuhan KIP, ini juga sebagai momen pembuktian bahwa industri bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa negara hadir dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Kami Krakatau International Port dan Krakatau Niaga Indonesia yang merupakan bagian dari BUMN Krakatau Steel Group, dengan kegiatan ini ingin menunjukkan bahwa kami hadir dalam pemberdayaan nelayan. Pak Menteri selalu memberikan arahan kepada kami agar selalu hadir dalam upaya pemberdayaan masyarakat sehingga manfaat adanya BUMN dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

BACA :  Biaya Perawatan Mobil Pejabat yang Jadi Temuan BPK Ternyata Kendaraan Dinas Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler