Connect with us

Berita Utama

Pejabat Cilegon Kipas-kipas Duit Dugaan Suap Pengelolaan Parkir Rp 530 Juta

Published

on

Kadishub Cilegon UDA digiring oleh petugas Kejaksaan Negeri Cilegon usai ditetapkan tersangka suap pengelolaan parkir di Pasar Kranggot. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon UDA ditetapkan Kejari Cilegon sebagai tersangka kasus dugaan suap senilai Rp 530 juta.

Kasus suap yang menjerat UDA terkait pengelolaan parkir di Pasar Tradisional Kranggot, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

Wartawan BantenHits.com, Iyus Lesmana melaporkan, usai menjalani pemeriksaan, Kamis, 19 Agustus 2021, UDA langsung dijebloskan ke Lapas Cilegon.

Kepala Kejari Kota Cilegon Elly Kusumastuti mengungkapkan Uteng telah terbukti menerima suap terkait penerbitan Surat Pengelolaan Tempat Parkir (STPT) yang berlokasi di Pasar Kranggot Kota Cilegon sebesar Rp 530 juta.

BACA :  Mobil Nissan March Dibobol di Gudang Yakult Walantaka, Saat Ditangkap Pencurinya Pura-pura Serahkan Kunci dan STNK

“Jadi bahwa sodara UDA selaku Kadishub dalam menjalankan tugasnya telah melawan hukum, bertentangan dengan kewajibannya dan berhubungan dengan jabatannya telah menerima sejumlah uang untuk syarat penerbitan surat pengelolaan tempat parkir (sptp). Sampai dengan saat ini hasil penyidikan beliau telah menerima mahar untuk keperluan pribadinya kurang lebih Rp 530 juta,” ungkapnya.

Elly membeberkan, penetapan tersangka kepada UDA telah melalui mekanisme yang dilakukan oleh pihaknya. Selain itu bedasarkan keterangan saksi dan lebih dari dua alat bukti U.D.A terbukti melanggar Pasal 12A UU Tindak Pidana Korupsi atau Pasal 11 UU tindak pidana Korupsi dengan ancaman untuk pasal 12A minimal 4 tahun maksimal 20 tahun.

BACA :  Kasus Jual Beli Formulir Adminduk Belum Selesai, Giliran Tiga Pegawai Disdukcapil Pandeglang Dicokok Polisi Gunakan Sabu

” Saksinya ada 15 kami sudah periksa dan kami sudah ada 2 atau 3 jenis alat bukti. Intinya, dia ada beberapa tindak pidana tapi semuanya adalah suap. Ke depan dilakukan penahanan selama 20 hari di Lapas Kota Cilegon,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler