Connect with us

Berita Terbaru

Keputusan Jokowi Terasa ke Tangerang; Harga PCR Jadi Rp495 Ribu

Published

on

Salah Seorang Warga Kabupaten Tangerang Saat di tes Swab PCR Oleh Tenaga Kesehatan. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Harga tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Tangerang mulai turun dari harga sebelumnya Rp900. 000 menjadi Rp495.000.

Hal ini menyusul adanya keputusan presiden Joko Widodo tentang penurunan harga PCR ke kisaran  Rp450.000 sampai Rp550.000.

Keputusan itu pun ditindaklanjuti oleh Kementerian Kesehatan dengan mengeluarkan surat edaran (SE) nomor: KH.02.02/I/2845/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

“Ya, dalam waktu dekat ini kita akan memberlakukan harga tes PCR dengan kisaran Rp495.000 sesuai dengan surat edaran (SE) dari Kemenkes RI,” Kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis, Jumat 20 Agustus 2021.

BACA :  Warga Cilograng Lebak Padati Lokasi Pengobatan Gratis Jasa Raharja

Ia mengungkapkan, bahwa perubahan pada tarif tes PCR COVID-19 ini telah melalui proses evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang. Adapun, pemberitahuan penurunan harga PCR ini akan dilakukan secara bertahap. 

“Nanti kita akan bertahap, dengan memberikan SE terlebih dahulu dari Dinkes Kabupaten Tangerang untuk seluruh fasilitas kesehatan baik itu milik swasta atau pemerintah. Agar nantinya bisa di sesuaikan,” katanya.

Tarif swab PCR di Kabupaten Tangerang untuk harga tertingginya kisaran Rp525.000. Akan tetapi, dari harga tersebut akan disesuaikan terlebih dahulu dengan harga free reagen sebelumnya.

“Untuk harga kita tentukan dari Rp459.000 sampai yang tertinggi Rp525.000,” Pungkasnya.

BACA :  Pedagang Pasar Badak Merugi Gegara Cuaca, Disperindag dan ESDM Pandelang Pantau Pergerakan Harga

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler