Connect with us

Berita Terbaru

Di Kab. Tangerang, Transgender Sudah Bisa Memiliki e-KTP

Published

on

Disdukcapil Cilegon

Foto Ilustrasi KTP Elektronik (E-KTP). (Dok. BantenHits)

Tangerang- Transgender di Kabupaten Tangerang kini sudah bisa memiliki KTP Elektronik (KTP-el).

Pasalnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang sedang mendata kelompok transgender untuk dibuatkan KTP-el. 

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tangerang, Hedi Mochamad Hartadi mengatakan, sampai saat ini sudah ada 8 KTP-el yang dikeluarkan untuk transgender. 

Meski begitu, KTP-el yang diterbitkan sama dengan identitas bagi masyarakat umum lainnya dan tidak perubahan pada nama dan jenis kelamin. 

“Tapi di status tidak disebutkan transgender. Sesuai jenis kelamin saja seperti warga biasa statusnya masih laki-laki,” Kata Hedi saat dihubungi BantenHits, Jumat petang, 20 Agustus 2021. 

BACA :  Cara Pemkot Tangerang Tangani Virus Corona; Simulasi Penanganan di 32 RS dan Puskesmas Sampai Pembentukan Satgas

Adapun bagi transgender yang ingin merubah jenis kelamin pada kolom Ktp, Hedi menjelaskan, mereka harus melampirkan surat putusan dari pengadilan, dinas kesehatan, maupun dokter. 

“Tapi sampai sekarang belum ada yang mengajukan pergantian jenis kelamin. Jadi yang tertera di Ktp semuanya tidak ada perubahan,” Terang Hedi.

Hedi menyebut, saat ini masih banyak kelompok transgender di Kabupaten Tangerang yang belum mempunyai KTP-el. Oleh sebab itu, sesuai instruksi dari Dukcapil pusat dan provinsi, pihaknya sedang mendata warga transgender untuk dibuatkan dokumen kependudukan. 

“Sekarang kita masih melakukan pendataan. Tapi nanti ke depannya mereka (transgender) bisa datang langsung ke Disdukcapil dengan membawa persyaratan salah satunya kartu keluarga,” Pungkas Hedi.

BACA :  DPRD Kab. Tangerang Akan Kaji Ulang 4 Raperda Inisiatif

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler