Connect with us

Berita Utama

Indonesia ‘Ditegur’ WHO Gara-gara Banten, Arief ‘Pamer’ Keberhasilan Mendisiplinkan Warga Kota Tangerang

Published

on

Foto ilustrasi; suasana kampanye Calkades di Desa Langensari, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Padahal pelaksanaan Pilkades telah resmi ditunda dan Kabupaten Pandeglang sendiri saat ini diterapkan PPKM Level 4.(BantenHits.com/ Samsul)

Jakarta – Provinsi Banten menjadi sorotan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mobilitas warga di provinsi berjuluk Tanah Jawara ini meningkat sejak pelonggaran PPKM 26 Juli 2021.

Dikutip BantenHits.com dari laporan Reuters yang dipublikasikan Kompas.com, Banten bersama Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami peningkatan signifikan mobilitas masyarakat dalam ritel dan rekreasi.

Secara kolektif, mobilitas di tiga provinsi itu mencapai 97 orang. Temuan ini membuat WHO mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan demi membendung penularan virus corona (COVID-19).

BACA :  Bentuk Karakter Siswa, SMKN 2 Rangkasbitung Gelar Jambore

Yang dimaksud ruang ritel dan rekreasi mengacu pada restoran, kafe, pusat perbelanjaan, perpustakaan, museum, dan taman hiburan.

“Perumusan rencana konkret dan tindakan mendesak sangat penting untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak peningkatan mobilitas pada transmisi dan kapasitas sistem kesehatan,” tulis laporan itu.

100 Persen Disiplin

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah turut menanggapi temuan WHO. Dia berkomitmen akan terus menyosialisasikan protokol kesehatan di wilayahnya.

Menurut Arief, meski WHO mengklaim pergerakan warga di Banten meningkat, tetapi kedisplinan penggunaan masker di Kota Tangerang mencapai 100 persen, walaupun kedisplinan penggunaan masker se-Provinsi Banten memang baru 88-89 persen.

“Tadi kita rapat sama Deputi PMK, dia bilang, pemakaian masker di Banten masih 88-89 persen,” ucap Arief seperti dilansir Kompas.com, Senin 23 Agustus 2021.

BACA :  Aktivis Tagih Janji Kejari Pandeglang Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Babakan Lor

“Saya tanya, ‘Kota Tangerang berapa?’ Pak Deputi jawab, Kota Tangerang 100 persen, walau di lapangan masih ada satu dua orang enggak pakai masker,” sambungnya.

Arief menganggap, dengan adanya data itu, tingkat kedisiplinan masyarakat di Kota Tangerang masih lebih baik dibandingkan kota/kabulaten lain di Banten.

“Dengan dia menyebut Banten 88 persen tapi Kota Tangerang 100 persen, artinya tingkat kedisiplinan Kota Tangerang dibandingkan Kota/Kabupaten lain cukup baik lah,” tutur politikus Demokrat itu.

Meski demikian, Arief menuturkan, pihaknya bakal kembali mengingatkan warga patuh protokol kesehatan.

“Buat kita, masukan dari WHO itu, walau Kota Tangerang (kedisiplinan penggunaan masker) 100 persen, kita tetap sosialisasi,” paparnya.

BACA :  Awal Ramadan, Harga Bawang Putih di Kab. Serang Tembus 80 Ribu Perkilogram¬†

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler