Connect with us

Berita Terbaru

Kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang Melandai, Bupati Zaki: Jangan Terlalu Euphoria Dulu!

Published

on

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengimbau masyarakat agar tak menyelenggarakan perlombaan berlebihan memperingati HUT RI ke 76. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tangerang mulai melandai. Hal itu terbukti Kabupaten Tangerang berstatus zona kuning penyebaran virus Corona.

Status itu juga ditetapkan seiring dengan meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Kendati begitu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, meminta masyarakat untuk tidak euphoria berlebihan dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari.

“Walaupun sudah zona kuning kami tetap mengimbau masyarakat tetap melaksanakan prokes dengan disiplin. Karena baru sebulan yang lalu kita mengalami lonjakan yang tinggi dan ini baru melandai beberapa hari aja. Jangan terlalu euphoria dulu,” Kata Zaki kepada BantenHits, Kamis 26 Agustus 2021.

BACA :  Kecelakaan di Depan Kampus Untirta, Ibu dan Anak Tewas

Selain itu, pihaknya juga akan mengkaji dulu pemberian pelonggaran aktifitas masyarakat, pelaku usaha, dan tempat wisata pasca bergesernya zona resiko dari oranye menjadi kuning.

“Perlahan tunggu kajian terlebih dahulu dan kita lihat dulu nih satu minggu ada peningkatan lagi atau nggak. Tempat wisata termasuk PTM semuanya bersabar aja dulu. Jangan ada euphoria ini baru beberapa hari kok,” Tuturnya.

Sementara, dilansir dari website resmi covid19.tangerangkab.go.id milik pemerintah Kabupaten Tangerang, update terakhir Kamis 26 Agustus 2021, total terkonfirmasi positif sebanyak 26.893 kasus, total terkonfirmasi sembuh 25.956 orang, jumlah dirawat total 228 orang, dan total jumlah konfirmasi isolasi sebanyak 279 orang.

Editor: Fariz Abdullah

BACA :  Belasan Warga Serang Terjebak Kerusuhan di Wamena Tak Punya Ongkos untuk Pulang



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler