Connect with us

Berita Terbaru

Ngeri! Satu Keluarga di Lebak Terjatuh dari Jembatan Gantung; Ibu dan Anak Nyemplung ke Sungai, Sang Ayah Bergelantungan

Published

on

Satu keluarga terjatuh dari jembatan gantung di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong. (FOTO Tangkap Layar Video @Pokjawartawanlebak)

Lebak- Masyarakat Kabupaten Lebak tengah dihebohkan oleh peristiwa motor terjun ke sungai usai melewati jembatan gantung.

Ya, peristiwa itu terjadi di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Rabu, 15 September 2021.

Peristiwa itu pun mendadak ramai setelah beberapa akun Instagram memposting potongan video saat motor yang berpenumpang tiga orang itu terpeleset lalu terjun ke sungai Ciberang.

Dalam video, nampak warga langsung melakukan pertolongan lantaran dua penumpang yakni ibu dan anak terjun ke sungai. Sedangkan sang ayah bergelantungan di jembatan.

BACA :  Puncak Hujan Diprediksi Terjadi Januari-Februari, Begini Imbauan BMKG

Camat Lebakgedong, Wahyudin membenarkan adanya peristiwa motor terjun ke Sungai Ciberang saat melintasi jembatan gantung.

“Itu yang dilewati jembatan darurat karena yang permanenya sedang dalam pembangunan. Karena beberapa waktu lalu terbawa hanyut lagi,”kata Wahyudin kepada BantenHits melalui telepon genggamnya.

“Yang bergelantungan itu ayahnya. Anak (4 tahun) dan istrinya nyebur ke Sungai. Identitas resmi nya belun saya terima,”tambahnya.

Menurut Wahyudin, kondisi jembatan yang beralaskan kayu itu memang dalam kondisi licin karena baru saja diguyur hujan.

“Katanya itu orang Cileuksa mau pulang ke rumah. Warga, anggota Polsek juga ada di lokasi untuk membantu evakuasi,”katanya.

Beruntung, kata Wahyudin di lokasi kejadian terdapat seorang petugas kesehatan yang hendak berangkat bekerja.

BACA :  Kerelaan Masyarakat Jalani Pemeriksaan Sangat Penting guna Memutus Rantai Penularan Covid-19

“Kebetulan ada seorang petugas kesehatan disitu jadi mereka langsung diobati,”ujarnya.

“Hanya luka-luka ringan saja. Motornya juga berhasil dievakuasi oleh masyarakat,”sambungnya.

Wahyudin juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada ketika melintasi jembatan tersebut.

“Kalau ngga berani kan ada masyarakat yang standby disitu jadi bisa minta tolong mereka. Kondisi jembatan permanen sekarang dalam tahap pemasangan tiang. Targetnya Desember selesai,”pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler