Connect with us

Berita Utama

Beli Handphone Dikirim Kotak Biskuit, Jual-beli Online Fiktif Ini Bikin Kantong E-Commerce Marketplace Rugi Rp 400 Juta

Published

on

Ditreskrimsus Polda Banten saat ekspos pengungkapan kejahatan perdagangan online yang membuat e-Commerce marketplace rugi ratusan juta. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Kejahatan perdagangan online yang melibatkan empat toko online di wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, berhasil dibongkar jajaran Ditreskrimsus Polda Banten.

Dalam aksinya, para pelaku menciptakan jual beli fiktif untuk point cashback, yakni poin yang dapat dikumpulkan untuk ditukarkan point dengan produk real dari E-Commerce Marketplace.

Lewat kejahatan elektronik ini, para pelaku yakni BDK (34), BBK (35), HM (47) dan AT (35) disebut berhasil meraup keuntungan sekitar Rp 400 juta.

Penjual dan Pembeli Sindikat

Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan berdasarkan laporan Polisi pada tanggal 27 Agustus 2021, penyidik berhasil mengungkap 4 pelaku tindak pidana perdagangan dan ITE.

BACA :  Gempa Sukabumi Dirasakan Hingga ke Lebak, Warga Berhamburan Keluar Rumah

“Mereka ditangkap di empat toko yang ada di Jl Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pada bulan Agustus lalu,” ujar Dirreskrimsus Polda Banten didampingi oleh Kabid Humas Polda Banten Akbp Shinto Silitonga saat press conference di Aula Bidhumas Polda Banten, Rabu 15 September 2021.

Dedi Supriyadi menjelaskan, modus operandi para pelaku yang juga sebagai pemilik toko membuat akun jualan online di salah satu e-commerce marketplace.

“Mereka membuat akun disalah satu e-commerce marketplace dengan seolah olah jual produk tertentu dan menciptkan pembeli fiktif dengan promo cashback serta penjual dan pembeli adalah sindikasi,” ucapnya.

Tindakan para pelaku dilakukan demi mendapatkan point cashback, poin yang didapat dikumpulkan untuk ditukarkan poin dengan produk real. Ada pun barang yang dikirim para pelaku dengan pembeli fiktif, barang-barang tidak sesuai dengan apa yang mereka jual.

BACA :  Bina Lingkungan Angkasa Pura, Ratusan Warga di Rawa Rengas Dapat Pengobatan Gratis

“Seperti melakukan penjualan handphone namun yang dikirim kotak biskuit dalam bungkusan sehingga terkesan transaksi berjalan normal,” tegasnya.

Pelaku sudah melakukan aksinya selama satu tahun, namun transaksi yang paling besar dan sering itu terjadi 4 bulan terakhir ini. 

“Akibat aksi para pelaku tersebut perusahaan e-commerce alami kerugian lebih dari Rp. 400 juta, namun terus masih dilakukan audit lebih lanjut terhadap kasus ini,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler