Connect with us

Berita Terbaru

Alhamdulillah, Belum Ada Pelajar Kab. Tangerang yang Terkonfirmasi Covid-19 Sejak Digelar PTM

Published

on

Kepala kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan wilayah Kabupaten Tangerang, Mohamad Bayuni, Saat Memantau PTM Terbatas di SMAN 19 Kabupaten Tangerang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tingkat SMA SMK dan SKh yang dilaksanakan sejak dua pekan lalu diklaim masih berjalan lancar.

Kepala kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan wilayah Kabupaten Tangerang, Mohamad Bayuni mengatakan, dari evaluasi dan monitoring proses PTM terbatas SMA SMK dan SKh masih berjalan lancar.

Hingga kini, belum ada siswa yang dilaporkan terpapar Covid-19 atau tidak mendapat izin dari orang tua untuk melakukan sekolah tatap muka.

“Alhamdulillah, masih berjalan lancar. Sampai hari ini dari pengamatan pengawas dan tim KCD yang monitoring belum ada laporan siswa yang sakit atau tidak mendapat izin orang tua,” Kata Bayuni kepada BantenHits, Jumat 17 September 2021.

BACA :  AP II Pastikan Terminal 3 Ultimate Soetta Beroperasi 20 Juni

Menurutnya, antusiasme siswa dalam mengikuti PTM terbatas sangat tinggi. Terlebih, proses belajar di sekolah merupakan sebuah kerinduan dari masyarakat.

“Harapannya, sekolah tatap muka ini bisa berlangsung dengan aman dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” Ujarnya.

Dikatakan Bayuni, saat ini warga sekolah baik siswa dan guru dinilai sudah paham menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin.

Meski begitu, pihaknya akan terus memantau pelaksanaan PTM terbatas kepada 389 sekolah agar semuanya berjalan dengan aman dan lancar.

“Mereka sudah sangat mematuhi prokes. Sudah ditinjau oleh BNPB dan Kemendikbud juga. Bahkan wapres sangat mengapresiasi pelaksanaan PTM di Kabupaten Tangerang,” Tukasnya.

Editor: Fariz Abdullah

 

BACA :  Warga Padaricang Minta Izin Eksplorasi Geothermal Tak Diperpanjang


Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler