Connect with us

Berita Terbaru

Indonesia Punya Air Berlimpah Jangan Sampai Tarif Listrik PLTA Lebih Mahal, Kasian Rakyat!

Published

on

Wakil Rakyat dari Banten yang menjabat Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto meminta pemerintah tak menerapkan tarif Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (BJP-SDA) terhadap PLTA karena akan menjadi tarif listrik PLTA jadi mahal. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto minta Pemerintah mempertimbangkan secara seksama penerapan tarif Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (BJP-SDA) terhadap PLTA (pembangkit listrik tenaga air).

Sebab dengan pengenaan tarif itu harga biaya pokok pembangkitan (BPP) listrik dari sumber air menjadi mahal. Kalau sampai tarif listrik PLTA ini menjadi mahal, maka yang akan mendapat beban adalah masyarakyat dan subsidi negara untuk listrik akan meningkat.

Hal tersebut disampaikan Mulyanto saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PLTA Saguling, Padalarang, Bandung, Kamis, 16 September 2021.

BACA :  Menag Berbelasungkawa Lurah Tewas saat Pawai Taaruf MTQ Banten

“Jadi antara tarif BJP-SDA dengan subsidi listrik sebenarnya hanyalah soal ‘kantong kiri dan kantong kanan’. Namun demikian, kita tetap mendesak, agar opsi kebijakan yang akan diambil Pemerintah haruslah yang lebih memihak kepada masyarakat banyak,” kata Mulyanto seperti dilansir dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 September 2021.

Ditambahkannya, ketimbang melaksanakan penarikan tarif BJP-SDA, lebih baik Pemerintah mewajibkan PLTA Saguling untuk merawat waduk dan area tangkapan air di sekitarnya untuk menjaga debit dan kualitas air agar tetap baik.

Kegiatan itu bisa melalui program reboisasi, pengambilan eceng gondok, pengerukan sedimen, dan kegiatan perawatan waduk lainnya.

“Kegiatan tersebut bukan saja sangat penting dalam menjaga lingkungan waduk, namun juga akan mendorong peningkatan ekonomi rakyat di sekitar waduk Saguling,” jelasnya.

BACA :  Arief Mutasi 167 Pejabat Pemkot Tangerang

Mulyanto juga mendesak Pemerintah untuk memanfaatkan area waduk Saguling ini untuk pemasangan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya). Karena waduk ini memiliki area yang luas dan cocok untuk pembangunan PLTS. Grid jaringan transmisi 500 KV Jawa-Bali sudah tersedia, sehingga lebih mudah interkoneksinya.

Sebagai informasi, dari perhitungan pihak PT Indonesia Power, BPP PLTA Saguling sekarang ini sebesar Rp. 260,- per kWh. Bila dikenakan tarif BJP-SDA, maka diperkirakan BPP-nya akan melonjak menjadi Rp. 645,- per kWh. Ini berarti lebih tinggi dari BPP PLTU Suralaya.

“Ini kan tidak masuk akal, pembangkit listrik dengan sumber air yang berlimpah lebih mahal dari pembangkit listrik dari bahan bakar fosil,” tandas Mulyanto.

BACA :  Pemprov Banten Terima Bantuan 120 Ton Oksigen dari PT. Chandra Asri untuk Rumah Sakit

PLTA Saguling sendiri dibangun pada tahun 1985 dengan kapasitas daya terpasang sebesar 700 MW dengan dikelola oleh anak perusahaan PLN, Indonesia Power.

PLTA Saguling dibangun di atas sungai Citarum secara kaskading (bertangga) dengan PLTA Cirata dan PLTA Jatiluhur. Faktor kapasitas PLTA Saguling hanya sekitar 40 persen. Tertinggi pada tahun 2016 dengan faktor kapasitas sebesar 60 persen.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler