Connect with us

Berita Terbaru

Pabrik HSM 2 Krakatau Steel Diresmikan; Jokowi Bilang Jangan Biarkan Dimasuki Produk Luar

Published

on

Presiden Jokowi saat meresmikan HSM 2 Krakatau Steel. (Bantenhits/Iyus Lesmana)

Lebak- Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengunjungi Kota Cilegon, Selasa, 21 September 2021. Tujuannya untuk meresmikan pabrik Hot Strip Mill atau HSM 2 PT Krakatau Steel.

Orang nomor 1 di Indonesia itu datang beserta rombongan seperti Ketua DPR RI Puan Maharani Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Tohir, Seskab Pramono Anung, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Dihadapan Presiden  Direktur Utama PT. Krakatau Steel, Silmy Karim memaparkan dengan menelan biaya Investasi sebesar Rp7,5 triliun diketahui bahwa pembangunan pabrik HSM 2 selesai pada bulan Mei 2021 di atas lahan 25 hektar sejak tahun 2016.

BACA :  Hari Kedua Ops Simpatik di Tangerang, Ratusan Surat Tilang Dikeluarkan Petugas

“Dengan kapasitas produksi 1,5 juta ton pertahun, sehingga total produksi HRC menjadi 3,9 juta ton per tahun, ini adalah pabrik pertama di Indonesia HRC dengan ketebalan 1,4 milimeter, pembangunan pabrik ini selain meningkatkan kapasitas produksi nasional dalam rangka meningkatkan daya saing produk baja produksi Indonesia,”kata Silmy.

Menurut Silmy, pabrik HSM 2 ini menggunakan teknologi otomasi terkini sehingga dapat menciptakan sebuah pabrik baja baru dan lebih efisien.

“Pabrik baja baru ini lebih efisien, bisa memangkas biaya produksi 25 persen, pabrik ini juga menggunakan teknologi otomamasi terkini 4.0, produk yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang baik,”ujarnya.

Sementara Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan walaupun di masa pandemi proses transformasi BUMN tetap terus dilakukan.

BACA :  Aksi 'Gila' IOF Banten Tembus Medan Ekstrem di Eks Lokasi Banjir Bandang Lebak; Bantu Organisasi dan Relawan Lintas Profesi Sebar Hewan Kurban

Menurutnya, transformasi BUMN menjadi keharusan agar BUMN semakin profesional, kompetitif, dan dapat menguntungkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Serta berkontribusi lebih besar pada pendapatan negara.

“Tadi sudah disampaikan menteri BUMN, Eric Tohir, pembentuk holding dan sub holding, sampai dengan pembentukan klaster-klaster industri strategis, tadi dipaparkan secara simpel, cepat dan kita tahu arahnya kemana,”katanya.

“Kalau kita tahu konsumsi baja sangat besar, jangan biarkan dimasuki produk-produk dari luar, dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, bukan hanya pembangunan infrastruktur,”tambahnya.

“Tetapi juga pembangunan industri yang lainnya yang juga membutuhkan baja, utamanya industri otomotif, dan selama 5 tahun terakhir kebutuhan baja kita meningkat hingga 40 persen, hal ini  dipacu oleh pembangunan infrastruktur yang kita lakukan,”tutup Jokowi.

BACA :  Heboh Remaja di Cilegon Asik Perang Sarung saat Ramadan

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler