Connect with us

Berita Terbaru

Wanita Cantik di Pasar Kemis Digerebek di Kontrakan Lalu Terancam 20 Tahun Penjara, Ternyata …

Published

on

WBR diamankan Satnarkoba Polresta Tangerang. Ia digerebek di sebuah kontrakan dan kedapatan memiliki sabu seberat 19 gram. (istimewa)

Tangerang- WBR, wanita berusia 44 tahun, warga Kelurahan Kuta baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara, usai kedapatan memiliki narkotika jenis sabu seberat 19,66 gram. 

Ia kini mendekam di sel tahanan usai ditangkap oleh Satnarkoba Polresta Tangerang di sebuah kontrakan Kampung Hegarmanah, Desa. Ciujung, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, pada Sabtu, 18 September 2021. 

“Saat ditangkap petugas mengamankan 2 bungkus plastik klip bening yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 19,66 gram,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, Selasa 21 September 2021. 

BACA :  Gelar Patroli, Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Pasar Kemis

Wahyu melanjutkan, tertangkapnya WBR berawal dari informasi masyarakat. Kemudian. Petugas kemudian melakukan pendalaman atas informasi itu. Setelahnya, petugas langsung melakukan penggrebekan.

“Semua barang bukti ditemukan saat petugas melakukan penggeledahan di kontrakan yang ditempati tersangka. Dan tersangka mengakui barang itu miliknya,” tutur Wahyu.

Selain barang bukti narkotika jenis sabu, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa 1 unit timbangan elektrik dan telepon genggam.

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan guna kepentingan penyelidikan,” terang Wahyu.

Atas perbuatannya, tersangka WBR akan dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,” Pungkasnya.

BACA :  Warga Berkerumun Nonton Kejuaraan Sepakbola, Wali Kota Serang Panggil Camat Walantaka

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler