Connect with us

Berita Terbaru

Alhamdulillah Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Tangerang Menurun; Sehari Hanya 2 Orang

Published

on

Jubir Satgas penanganan percepatan Covid-19 Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi. (Dok. Bantenhits)

Tangerang- Tren kasus aktif Covid-19 di wilayah Kabupaten Tangerang terus menurun. Hal ini terlihat dari jumlah pasien positif yang tersisa sebanyak 147 orang.

Juru bicara satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, secara keseluruhan kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang mencapai angka 26.770 kasus.

Di mana, 26.230 orang dinyatakan sembuh, 393 orang meninggal dunia, dan saat ini 147 orang masih menjalani perawatan dan isolasi.

“Untuk kasus aktif saat ini tersisa sebanyak 147 orang. Secara rinci 101 orang masih menjalani perawatan di RS milik daerah dan 46 orang menjalani isolasi,” Kata Hendra kepada BantenHits, Kamis 23 September 2021.

BACA :  Penganiayaan Adik Artis Fadli-Fadlan di Tangerang Sudah Direncanakan

Meski begitu, lanjut Hendra, dari hasil proses Tracing, Testing, dan Treatment (3T) pada laporan harian pihaknya masih menemukan penambahan sebanyak 2 kasus.

Namun, dari penambahan kasus harian tersebut menunjukan penurunan kasus yang cukup signifikan dibandingkan dengan beberapa bulan lalu yang angkanya mencapai ratusan.

“Allhamdulilah, untuk penemuan kasus harian kita saat ini mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan bisa dibilang sangat jauh bila dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya,” Ucapnya

Menurutnya, penurunan kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Tangerang terjadi setelah Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) serta percepatan vaksinasi yang dilakukan secara insentif oleh pemerintah daerah.

“Tapi tetap saya tidak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada dan tidak lengah untuk terus disiplin protokol kesehatan,” Tukasnya.

BACA :  Gudang Plastik di Lingkungan Pagebangan Cilegon Terbakar

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler