Connect with us

Berita Terbaru

Dindik Kab. Tangerang Warning Sekolah-sekolah yang Gelar PTM

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Kepala kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan wilayah Kabupaten Tangerang, Mohamad Bayuni, Saat Memantau PTM Terbatas di SMAN 19 Kabupaten Tangerang. (Dok. Bantenhits)

Tangerang- Kasus COVID-19 dari klaster PTM yang terjadi di Purbalingga, Jawa Tengah, menjadi peringatan bagi sekolah untuk lebih waspada dan berhati-hati. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Syaefullah, Sabtu 25 September 2021.

“Sebelum masuk sekolah guru dan siswa harus dicek kondisi kesehatannya dan harus benar-benar sehat,” Ucapnya.

Ia juga mengatakan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satgas COVID-19 untuk memantau perkembangan PTM terbatas di Kabupaten Tangerang.

“Kami juga akan tingkatkan pengawasan kesehatan kepada guru dan siswa,” Ujarnya.

BACA :  Tolak Bendungan Pasir Kopo, Warga Cisimeut Ramai-ramai Terbangkan Layang-layang Unik

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pelacakan secara dini dengan menerapkan 3T yaitu Tracing, Testing dan Treatment sebagai antisipasi munculnya klaster baru.

“Sejauh ini di Kabupaten Tangerang tidak ditemukan klaster PTM, tetapi kita tetap mengantisipasinya dengan melakukan pelacakan secara dini,” Terangnya.

Jika nanti ditemukan kasus baru pada klaster PTM, lanjut dia, secara otomatis Dindik Kabupaten Tangerang akan segera melakukan pencabutan izin pembelajaran untuk kemudian dikembalikan secara daring.

Ia juga berharap kepada para orang tua siswa agar selalu mengawasi dan mengingatkan anak-anaknya dalam menerapkan protokol kesehatan, sebagai salah satu upaya mencegah munculnya penyebaran Covid-19 di sekolah.

“Tentu saja peran dari para orang tua juga sangat penting dalam menjaga anak-anaknya dari Covid-19 agar nantinya PTM ini bisa terus berjalan dengan lancar dan aman,” Pungkasnya.

BACA :  Isu Plagiasi Tak Berpengaruh, Sholeh Hidayat Kembali Pimpin Untirta

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler