Connect with us

Berita Utama

Kompetisi Liga 1 Masih Panjang, Pendekar! Lupakan Kekalahan!

Published

on

Pertandingan pekan keempat BRI Liga 1 Persita Tangerang melawan Bali United di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, berakhir dengan skor 1-2. (Istimewa)

Tangerang – Tim sepakbola kebanggaan masyarakat Tangerang, Persita Tangerang sudah menjalani empat laga dalam kompetisi BRI Liga 1 2021.

Dari empat laga yang sudah dilakoni, Persita telah dua kali mengantongi kemenangan sekaligus dua kali kekalahan. Hingga Sabtu malam, 25 September 2021, posisi Persita pada klasmen sementara berada di posisi ke dengan raihan enam poin.

Laga teranyar yang dijalani Persita Tangerang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Jumat 24 September 2021. Pada laga ini Persita harus tunduk dari juara bertahan Liga 1, Bali United dengan skor 1-2.

Menyikapi hasil yang tidak maksimal saat kontra Bali United, Pelatih Kepala Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro menyebut akan terus melakukan evaluasi di timnya. 

Meski begitu, WCP, begitu sapaan akrab Widodo tetap berterima kasih atas kerja keras pemainnya. 

“Sebelumnya selamat untuk Bali United yang telah memenangkan pertandingan pada sore ini. Kami dengan pemain ya terima kasih. Pemain juga telah bekerja keras,” ucapnya usai pertandingan.

“Kalau melihat permainan kita juga tadi bisa memainkan, bisa menguasai juga. Tetapi melihat hasil memang kita kecewa. Semua pasti kecewa. Tapi sepak bola ini kan bergulir terus. Kompetisi masih banyak,” sambungnya.

BACA :  Emak-emak di Tangerang Geruduk Kantor Desa Pabuaran Jayanti Tagih Bansos yang Tak Kunjungi Diterima

Dikagetkan Gol Cepat

Pada babak kesatu, tim berjuluk Pendekar Cisadane ini mengawali pertandingan dengan cukup percaya diri. Sempat ada peluang yang tercipta di menit awal. Tapi sayang, gol cepat dari Bali United sukses mengoyak gawang Persita di menit ke-3.

Gol mengejutkan yang kurang bisa diantisipasi oleh lini pertahanan Persita. Gol yang tercipta di saat kedua tim masih mencari format dan strategi terbaik.

Meski ketinggalan, di menit ke-7 Persita bisa memasuki area kotak pertahanan lawan, namun hanya bisa menghasilkan tendangan sudut. Serangan balik pun jadi salah satu andalan Persita untuk bisa terus mengancam gawang lawan. Meski sulit karena pressing dari lawan sangat besar. 

Keadaan bertambah sulit saat Adam Mitter terpaksa harus ditandu keluar lapangan di sekitar menit ke-12 karena cedera. Agung Prasetyo pun masuk menggantikan Adam sekaligus menggantikan posisinya sebagai Kapten. 

Menit ke-14 gawang Persita terancam saat dua pemain depan Bali United lepas dari penjagaan Syaeful Anwar. Untungnya ada Agung Prasetyo yang masih bisa mengamankan.

Setelahnya, beberapa peluang pun sempat tercipta oleh lawan, tapi semua masih bisa diamankan oleh lini pertahanan Persita. Peluang emas Persita tercipta di menit ke-20 saat Alex membawa bola hingga ke mulut  gawang dan kemudian mengumpankannya ke Ahmad Nur Hardianto. 

BACA :  Tujuh Atlet Lebak Sabet Juara di Baduy Badminton Open 2019

Sayang, momen sepersekian detik Nur mengeksekusi umpan silang Alex belum tepat. Kembali, duet Nur-Alex menciptakan peluang di menit ke-30 saat Nur mengumpankan bola ke arah Alex yang ada di depan gawang. Alex menyundul bola tapi sayang masih terlalu lemah.

Penyelamatan apik dilakukan oleh kiper Rahmanudin di menit ke-35 saat bisa menepis sundulan dari pemain Bali United di depan gawang. Tak lama setelahnya, peluang Persita dari bola mati dieksekusi Yeong dan disambut Alex dengan sundulan, tapi masih sedikit terlalu tinggi di atas mistar gawang. 

Hingga turun minum skor tak berubah, 0-1 untuk keunggulan Bali United.

Di babak Kedua, Persita langsung melakukan pergantian dua pemain sekaligus. Raphael Maitimo keluar digantikan Harrison Cardoso, sementara Taufiq Febriyanto keluar digantikan Rifky Dwi Septiawan. 

Masuknya Harrison tampaknya cukup bisa menggairahkan lini tengah Persita. Di menit awal babak kedua, Persita pun mulai tampil menyerang.

Penguasaan bola pun didominasi Persita. Menit ke-55 kesempatan emas menghampiri skuad Pendekar Cisadane saat pelanggaran dilakukan pemain Bali United di titik yang tidak terlalu jauh dari gawang. 

BACA :  Bukan Nimbun, Pabrik Masker di Serang Dipergoki Ditreskrimsus Polda Banten Produksi Sendiri Merek yang Mereka Impor

Harrison Cardoso yang jadi eksekutor melayangkan tendangan bebas langsung ke arah gawang. Tipis sekali dari sisi samping gawang dan belum bisa mencetak gol penyeimbang bagi Persita.

Pergantian pemain kembali dilakukan di kubu Persita. Ahmad Nur Hardianto keluar digantikan Alta Ballah yang diharapkan bisa mendobrak pertahanan Bali United.

Pertandingan pun berjalan sangat ketat di babak kedua karena Persita berusaha untuk mencetak gol penyeimbang. Kevin Gomes pun dimasukkan untuk menggantikan Irsyad Maulana di menit ke-74.

Serangan demi serangan terus tercipta di setengah babak kedua. Namun belum juga ada yang bisa dikonversi dengan baik menjadi gol. 

Peluang terbaik Persita hadir di menit ke-79 saat Harrison menendang bola langsung ke arah gawang tapi masih bisa ditepis tipis oleh kiper Bali United. Dilanjutkan dengan tendangan sudut yang disundul Yeong pun lagi-lagi belum bisa menghasilkan gol. 

Barulah di menit ke-82 Persita bisa menyamakan kedudukan setelah permainan umpan 1-2 antara Harrison dan Alex dan kemudian diselesaikan dengan cantik oleh Edo Febriansah. 

Skor berubah 1-1. Tapi sayang, hanya berselang 3 menit, Persita kembali kebobolan. Skor kembali berubah 1-2. Hingga pertandingan berakhir, skor tak berubah.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler