Connect with us

Berita Terbaru

Tambak Udang yang Tak Berizin di Carita Pandeglang Disulap Jadi Tempat Wisata

Published

on

Lokasi Tambak Udang yang Bakal Disulap jadi Tempat Wisata di Kecamatan Carita, Pandegang. (BantenHits.com/Samsul Fatoni)

Pandeglang – Perusahaan tambak udang di Desa Sukarame, Kecamatan Carita yang sempat ditutup oleh Satpol PP Pandeglang, karena tidak memiliki izin kini disulap jadi destinasi wisata, pasca pergantian kepemilikan.

Pemilik yang baru, Bahrudin mengatakan, proses perubahan pengelolaan perusahaan dari tambak udang menjadi wisata udang sedang berproses, pertama ia tengah membangun instalasi pengelolaan limbah (IPAL) nya terlebih dahulu.

“Nanti lokasi itu tidak lagi jadi perusahaan tambak. Tapi saya akan merubah menjadi wisata udang. Alih fungsi lahan dari tambak ke wisata udang sudah mulai berproses. Pertama yang sedang kami bangun saat ini Ipal nya dulu,” katanya, Minggu 26 September 2021.

BACA :  Sejumlah Daerah Sudah Local Lockdown, PLN Diminta Jamin Kesediaan Listrik Agar Kondisi Warga Tak Semakin Sulit

Menurutnya, wilayah Carita ini merupakan kawasan wisata, sejauh ini wisata yang  ada didominasi oleh wisata pantai dan hotel. Untuk itu, pihaknya ingin membuka destinasi wisata baru yaitu wisata udang, supaya Carita memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Selain itu, nantinya wisata udang ini juga bisa dijadikan wisata edukasi. Sehinga bisa memberikan edukasi kepada para pengunjung bagaimana cara budidaya udang yang baik dan benar,” ujarnya.

Selain pengembangan wisata udang, kedepannya akan dilengkapi juga dengan restoran udang. Jadi wisatawan tak hanya menikmati wisatanya saja, tapi sekaligus bisa menikmati udang segar yang sudah tersedia di restoran udang tersebut.

 

“Alasan saya mengubah tambak jadi wisata udang, saya ingin Carita memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi lagi. Sekarang prosesnya sudah mulai berjalan,” tuturnya.

BACA :  Lagi, Warga Pandeglang Tersambar Petir

 

Diakuinya, dalam menempuh konsep tersebut, pihaknya pun tidak lepas koordinasi dengan pihak – pihak lain, mulai dari pemerintahan hingga tokoh dan elemen masyarakat lainnya. Bahkan untuk tenaga kerjanya pun 90 persen ia rekrut dari tenaga kerja lokal.

 

“Saya juga terus menjalin koordinasi dan minta masukan – masukan dari berbagai pihak, kaitan dengan rencana pengelolaan wisata udang ini. Karena kami tidak ingin ada pihak – pihak yang dirugikan dengan dibukanya wisata udang itu,” tandasnya.

 

Editor : Engkos Kosasih

 



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler