Connect with us

Berita Terbaru

Negara Kepulauan Tapi Kok Berencana Berikan Izin Impor 3,07 Juta Ton Garam?

Published

on

Ilustrasi para petani garam. (Foto: sindonews)

Jakarta – Rencana Pemerintah memberi izin impor garam industri sebanyak 3,07 juta ton dinilai anggota DPR RI, Mulyanto sebagai bukti kegagalan Pemerintah membangun industri garam nasional.

Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini berpendapat Pemerintah lambat melaksanakan rencana pengembangan industri garam ini. Padahal semua pihak tahu kebutuhan garam nasional saat ini cukup besar, sekitar 4,6 juta ton pertahun.

“Riset garam industri yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 belum membuahkan hasil, sementara impor garam industri tumbuh 6-7 persen,” kata Mulyanto melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com.

Menurut wakil rakyat asal Banten ini, kalau Pemerintah serius tentunya punya road map dan target untuk mengurangi impor garam industri. Dari rencana itu bisa ditetapkan kapan Indonesia dapat swasembada garam.

BACA :  Ada 25.000 Honorer di Banten, Bagaimana Nasibnya Setelah Dihapus Pemerintah dan DPR? 

‘Masak negara kepulauan yang memiliki luas pantai sangat panjang seperti kita ini masih harus tergantung dengan impor garam,” tegas Mulyanto.

Seperti diketahui dalam dokumen Rencana Induk Pembangunan Industri (RIPIN) Kementerian Perindustrian RI disebutkan Indonesia baru akan serius membangun industri garam pada pada tahun 2025.

Menurut Mulyanto target waktu tersebut terlalu lama. Mengingat kebutuhan garam industri nasional sangat besar. Karena itu, kata Mulyanto, PKS minta Pemerintah memperbaharui dokumen RIPIN tersebut. Selanjutnya Kemenperin segera merancang roadmap pembangunan sektor garam industri.

“Jangan sampai prioritas pengembangan garam industri ini menunggu tahun 2025. Kalau memang Pemerintah serius maka upaya keras harus dilakukan sekarang juga agar kapasitas produksi dalam negeri mampu mengejar kenaikan kebutuhan garam industri dan jumlah impor bisa dikurangi,” desak Mulyanto.

BACA :  Terpengaruh Game Online, Empat Pelajar di Kota Serang Dipergoki Dit Sabhara Polda Banten Lakukan Hal Ini saat Jam Sekolah

Mulyanto menambahkan, Indonesia berpotensi menjadi negara produsen garam terbesar di dunia. Sebab Indonesia merupakan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Karena itu Pemerintah harus dapat memaksimalkan sumber daya alam ini secara maksimal. Bukan malah tergantung pada garam impor.

“Dalam kasus ini Pemerintah terkesan tidak berdaya menghadapi mafia impor garam,” tukas Mulyanto.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita akan melakukan impor garam sebesar 3,07 juta ton.

Agus mengatakan kebutuhan garam nasional tahun ini mencapai 4,6 juta ton. Sementara kemampuan produksi industri garam dalam negeri hanya 1,5 juta ton. Sehingga untuk mencukupi kekurangan pasokan garam industri Pemerintah akan impor garam industri sebanyak 3,07 juta ton.

BACA :  Duh, Cadangan Beras di Dinsos Pandeglang Habis

Agus menjelaskan sebanyak 1,5 juta ton garam akan dipenuhi dari produksi garam lokal. Rinciannya, 1,2 juta ton dari industri besar pengolahan garam dan 300 ribu ribu dari Industri Kecil Menengah (IKM).

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler