Connect with us

Berita Terbaru

Duh, Tingkat Kesadaran Warga Kab. Tangerang Buang Sampah di Tempatnya Masih Rendah

Published

on

Tumpukan Sampah Terlihat Berserakan dan Menggunung di Jalan Raya Bolang-Cibadak, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Kesadaran masyarakat Kabupaten Tangerang menjaga kebersihan lingkungan dinilai masih rendah. Terutama dalam kepedulian membuang sampah pada tempatnya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Reni Farida, kepada BantenHits, Selasa 29 September 2021.

Menurutnya, pemerintah daerah sudah sudah menyediakan fasilitas tempat pembuangan sampah (TPS) di setiap kecamatan. Namun, hal tersebut belum mampu menggugah kesadaran warga untuk disiplin dalam membuang sampah rumah tangganya.

“Contoh yang di Bolang (Tigaraksa) kita sudah membuatkan TPS tapi pada kenyataan TPS nya nggak ada yang ngisi. Tetap aja buangnya di pinggir jalan jadi balik lagi ke kesadaran masyarakat mau membuang sampah pada tempatnya atau tidak,” Ucapnya

BACA :  Warga Komplek Hankam Tewas Tergantung di Kamar Ara Hotel Gading Serpong

Reni menyebut, dalam sehari sampah di Kabupaten Tangerang mencapai 2.500 ton yang didominasi oleh sampah rumah tangga. Namun, jika dihitung dari residunya baru sekitar 1.000 ton saja yang diangkut ke TPA Jati Waringin.
Sisanya, diolah di 56 bank sampah dan TPS yang ada di setiap kecamatan.

Kalau dilihat dari jumlah penduduk yang mencapai 4 juta jiwa dikalikan 0,5 sampai 0,7 itu dalam sehari mencapai 2.500 ton sampah. Yang baru bisa diangkut itu dihitung residu sekitar 1.000 ton ke TPA,” Terangnya.

Meski begitu, dikatakan Reni, DLHK Kabupaten Tangerang terus berupaya menyelesaikan persoalan sampah tersebut salah satunya melalui program TPS 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle).

BACA :  Dua Pekan Warga Perbatasan Banten-Jabar MCK di Kali Cibeber, Pemkab Didesak Distribusikan Air Bersih

Saat ini sudah ada 28 TPS 3R di Kabupaten Tangerang, dikelola oleh kelompok pemberdayaan masyarakat sekitar. Sampah yang diangkut ke tps ini dipilah dan diolah untuk dimanfaatkan sebagai kompos atau pakan magot.

“Contoh di perumahan mustika ada 4.200 KK (Kepala Keluarga) mereka tidak buang sampah ke luar tapi dikelola di TPS T3R tersebut. Ini juga upaya dalam mengubah perilaku masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengelolaan sampah mereka sendiri,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler