Connect with us

Berita Terbaru

Waspada! 5 Ribu Warga Kabupaten Tangerang Terserang Penyakit Berbahaya Ini; Yuk Jaga Pola Makan

Published

on

Jubir Satgas penanganan percepatan Covid-19 Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi. (Dok. Bantenhits)

Tangerang- Angka Diabetes Melitus di Kabupaten Tangerang terus meningkat. Dalam setahun, lebih dari 5.000 orang terkena penyakit kronis berbahaya ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi mengatakan, secara umum peningkatan kasus diabetes bukan hanya terjadi di Tangerang tetapi di seluruh Indonesia.

Kata dia, ada dua tipe Diabetes. Tipe 1, disebabkan oleh keturunan. Biasanya mereka yang terkena diabetes akibat keturunan dari keluarga atau orang tuanya, sejak kecil dia sudah terkena penyakit berbahaya ini.

“Apabila tidak diketahui orang yang terkena diabetes dari keturunan ini di usia belasan tahun dia bisa meninggal dunia,” Kata dr. Hendra kepada BantenHits, Jumat 1 Oktober 2021.

BACA :  Masyarakat Keluhkan Pegawai Pindahkan Barang Saat Jam Kerja

Kemudian, ia melanjutkan, ada diabetes tipe 2 yang biasanya dialami oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun. Biasanya, untuk diabetes ini disebabkan oleh gaya hidup seperti pola makan yang berlebih dan kurang berolahraga.

“Ciri-cirinya (terkena diabetes) biasanya setelah 2-3 tahun mulai ada keluhan tuh seperti sering kencing, sering haus, sering laper, kemudian sering gatal-gatal seluruh badan, kemudian makan melulu tapi tambah kurus dan lemes,” Terangnya.

Kalau sudah parah, diabetes tipe 2 biasanya akan terkomplikasi dengan penyakit lain seperti jantung yang menyebabkan serangan jantung serta penyakit kronis lainnya.

“Kemudian komplikasi ke otak yang menyebabkan stroke, dan komplikasi ke ginjal menjadi gagal ginjal atau rusak ginjal,” Ucapnya.

BACA :  Keluarga Tersangka Rusuh Pabrik Mayora Grup Datangi PN Pandeglang

Lebih lanjut ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan dinas kesehatan Kabupaten Tangerang terhadap sekitar 40 ribu orang dalam setahun, sekitar 5.000 orang diantaranya positif terkena diabetes.

Namun, menurut dia, angka tersebut bisa lebih jika diakumulasi dengan hasil pemeriksaan di rumah sakit atau pun fasilitas kesehatan lainnya.

“Tapi sebenarnya jumlahnya bisa lebih dari itu. Karena pemeriksaan oleh kita terbatas hanya di puskesmas atau di posyandu lansia. Tapi kalau datanya semua dikumpulkan dari rumah sakit dan faskes lainnya itu lebih banyak,” Tuturnya.

Sebagai upaya pencegahan, ia menambahkan, dinas kesehatan Kabupaten Tangerang terus melakukan sosialisasi pola hidup sehat kepada masyarakat. Selain itu, para warga dianjurkan untuk rutin melakukan pemeriksaan gula darah ke puskesmas atau klinik minimal setahun sekali.

BACA :  Heboh di Lebak Muncul Bola Api Terbang usai Pilkades Serentak, Begini Kata Tokoh Agama

“Orang yang kena diabetes seperti apa bentuknya nggak ada ciri-ciri khusus. Jadi harus diperiksa sekali setahun minimal. Khusus gula darahnya aja,” Tukasnya.

Editor: Fariz Abdullah 



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler