Connect with us

Berita Utama

Tiga Tukang Ojek Pangkalan Tega Gilir Anak SD di Kebun Sawit, LPA Pandeglang Minta Jaksa Tuntut Hukuman Berat

Published

on

Bocah di Kabupaten Serang Dicabuli

Tiga tukang ojek pangkalan di Pandeglang tega memerkosa anak SD secara bergiliran di Kebun Sawit. Foto ilustrasi: anak 8 tahun korban pencabulan melapor ke Mapolres Serang. (Banten Hits/Mahyadi)

Pandeglang – Lembaga Perlindungan Anak atau LPA Kabupaten Pandeglang, mengutuk tiga tukang ojek pangkalan pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi beberapa hari lalu.

Ketua LPA Pandeglang, Gobang Pamungkas mengungkapkan, dirinya prihatin atas tindakan amoral yang dilakukan para pelaku biadab terhadap anak di bawah umur. LPA Pandeglang mengutuk keras tindakan biadab dan tak bermoral para pelaku.

“Ini perbuatan yang tak bisa ditolerir oleh siapa pun, karena pemerkosaan terhadap anak di bawah umur akan merusak fisik dan psikis jangka panjang terhadap masa depan korban anak,” ungkap Gobang, Minggu 3 Oktober 2021.

BACA :  Duh, Tanah Merah Proyek Pembangunan RS Hermina Berceceran di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa Cilegon

Menurut Gobang, LPA Pandeglang sekarang ini melakukan visit dan assement bantuan dari psikolog yang ada di LPA dan juga bantuan kebutuhan sekolah kepada korban.

Sementara terkait penegakan hukum, ia mengapresiasi jajaran Kepolisian Resort Pandeglang, yang dalam waktu singkat sudah berhasil membekuk para pelakunya.

“Selanjutnya kami juga mendesak pihak Kepolisian Polres Pandeglang agar segera menangkap 1 pelaku yang masih buron,” katanya.

Lanjut Gobang, LPA Pandeglang bersama dengan TP2TPA Pandeglang akan terus mengawal kasus tersebut sampai ke Pengadilan. Ia juga mengaku akan meminta pihak Kejaksaan Negeri Pandeglang untuk menuntut terduga pelaku dengan seberat-beratnya.

“Nanti di persidangan, kami meminta kepada majelis hakim untuk menghukum para pelaku dengan hukuman yang maksimal,” tegasnya.

BACA :  Komika Coki Pardede Suka Nyabu Sejak Kuliah; Polisi Ungkap Cara Pakainya

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler