Connect with us

Berita Utama

Premium Tak Dijual SPBU di Jabodetabek, Wakil Rakyat Asal Banten Sebut Pertamina Semena-mena

Published

on

Pengisian BBM di SPBU

SPBU tak lagi jual premium terhitung 1 Oktober 2021. Foto Ilustrasi: Petugas SPBU mengisi bahan bakar minyak (BBM) kepada konsumen. (Dok. BantenHits.com)

Jakarta – Wakil rakyat asal Banten, anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mempertanyakan dasar hukum Pertamina menghentikan penjualan BBM jenis premium di berbagai SPBU.

Menurutnya, Pertamina tidak bisa ambil keputusan sepihak terkait hal tersebut. Sebab hal tersebut sudah menjadi kebijakan Pemerintah, bahwa rencana penghapusan BBM jenis premium baru akan dilaksanakan tahun 2022. Itu pun rencananya hanya berlaku untuk wilayah Jawa, Madura, Bali. (Jamali).

“Menteri ESDM berjanji tidak akan menghapus Premium di tahun 2021. Pemerintah baru mengusulkan untuk penghapusan premium di jamali pada tahun 2022. Itu pun baru rencana. Jadi apa dasar hukum SPBU di Jabodetabek tidak jual Premium,” tegas Mulyanto dalam keterangan tertulis kepada BantenHits.com, Selasa, 5 Oktober 2021.

BACA :  Nelayan Bubu di Pandeglang Kaget Melihat Penampakan di Permukaan Laut Tanjung Lesung, Lapor Basarnas Ternyata..

Mulyanto berjanji pihaknya akan menanyakan masalah ini kepada Menteri ESDM dan Dirut Pertamina dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI yang akan datang.

Menurutnya Pemerintah dan Pertamina harus bisa menjelaskan kepada publik kenapa premium tidak lagi dipasarkan. Padahal pengadaan BBM jenis premium ini merupakan penugasan negara kepada Pertamina.

“Pemerintah mestinya mengawasi soal ini. Pertamina juga harusnya konsisten menjalankan penugasan ini. Jangan ogah-ogahan. Kalau sampai penugasan itu tidak dilaksanakan berarti Pertamina semena-mena menentukan sikap sendiri,” imbuh Wakil Ketua FPKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini.

Sebuah SPBU mengumumkan sejak 1 Oktober 2021 tak lagi menjual premium. (Foto: Dok. Mulyanto)

Sebelumnya Mulyanto mendapat laporan masyarakat bahwa premium tidak dipasarkan lagi di berbagai SPBU.

BACA :  Jalan Santai dan Funbike Mendadak Ramai Digelar

Laporan tersebut datang dari masyarakat di wilayah Jabodetabek dan dan bahkan luar Jawa.

“Saya terima laporan tersebut dan akan ditindaklanjuti. Kejadian ini harus diklarifikasi hingga tuntas agar masyarakat tidak dirugikan.

Kita cari tahu siapa penyebab penghentian penjualan premium ini. Kalau memang ada kebijakan Pertamina maka perlu kita usut. Karena ini sama saja pembangkangan terhadap penugasan negara. Tapi kalau kejadian ini karena ulah SPBU maka kita minta Pertamina segera menindak. Jangan sampai SPBU mau enaknya saja menjual BBM yang margin profitnya lebih besar,” tandas Mulyanto.

Belum ada keterangan dari Pertamina terkait keluhan yang diterima Mulyanto. BantenHits.com masih mengupayakan konfirmasi Pertamina. 

Editor: Fariz Abdullah

BACA :  Corona Mewabah di Jakarta dan Tangerang, Driver Go-Jek Ramai-ramai Pulang Kampung ke Pandeglang



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler