Connect with us

Berita Terbaru

Lho Kok Alat Penting Untuk Pelayaran Dibiarkan Tergeletak dan Berkarat di Pesisir Laut PT Sriwi; Harganya Rp711 Juta

Published

on

Sarana Bantu Navigasi Pelayaran milik Dishub Cilegon yang rusak dan terbengkalai. (Bantenhits/Iyus Lesmana)

Cilegon- Pelampung suar atau alat Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon kondisinya memprihatinkan.

Padahal, salah satu alat penting fasilitas keselamatan pelayaran yang meyakinkan kapal untuk berlayar dengan selamat.

Kabarnya, SBNP dibeli menggunakan anggaran APBD tahun 2018 kurang lebih Rp 711.260.000 juta. Nahas, saat ini alat itu dibiarkan tergeletak di pesisir laut  PT Setya Raya Indah Wood Based Ind (Sriwi) tepatnya di Jalan Raya Anyer tepatnya di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengaku sudah sejak lama alat SBNP itu tergeletak di pesisir pantai PT Sriwi, dan ironisnya alat yang seharusnya terpasang di tengah laut itu kondisinya sudah keropos dan berkarat.

BACA :  Bocah Tiga Tahun di Cikande Serang Dibunuh Baby Sitter

“Sudah sejak lama pak, ada disini kalau kondisinya ya seperti itu sudah karatan. Ga tau masih berfungsi atau tidak,” ujarnya.

Sementara saa dikonfirmasi terkait SBNP yang mengalami kerusakan dan terbengkalai, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon Andi Affandi tidak merespon atau tidak menjawab pesan singkat yang dilayangkan wartawan.

Terpisah, Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Cilegon, Faturohmi mengaku sangat menyayangkan dengan rusak dan terbengkalainya SBNP, milik Dishub Cilegon itu. 

“Kami menyayangkan tidak dioptimalkannya pemanfaatan SBNP yang jelas dibeli menggunakan APBD yang tidak kecil,”katanya.

“Kami minta agar Dishub segera menjelaskan kenapa alat tersebut sampai terbengkalai dan tidak dirawat dengan baik, ini jelas kita sayangkan,”tambahnya.

BACA :  Disdukcapil Pandeglang Contoh Tangsel Soal Pemanfaatan Data Kependudukan

Perlu diketahui, SBNP merupakan alat yang berfungsi untuk menentukan posisi dan  atau haluan kapal, memberitahukan adanya bahaya rintangan pelayaran, menunjukkan batas-batas alur pelayaran yang aman, menandai garis pemisah lalu lintas kapal, serta menunjukan kawasan dan atau kegiatan khusus di perairan.

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler