Connect with us

Berita Terbaru

Banten Tertatih-tatih pada PON XX Papua, Jawa Barat Melesat Jadi Pemuncak Klasmen Sementara

Published

on

Logo PON XX Papua. (Foto: Kemenpora)

Papua – Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua sudah berlangsung sepekan sejak dibuka Presiden Joko Widodo, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Persaingan antar peserta pada setiap cabang olahraga yang dilombakan tampak semakin sengit. Lalu seperti apa perolehan medali yang didapat Kontingen Banten?

Berdasarkan informasi di laman resmi PON XX Papua yang terpantau BantenHits.com Jumat pagi, 8 Oktober 2021, Banten baru mendapatkan total 32 medali terdiri lima medali emas, sembilan perak dan 17 perunggu.

Lima medali emas disumbangkan oleh Mia Amalia pada cabor Muaythai, Danny Juswanto pada cabor catur, Dexy Priana pada cabor layar, Adam Bilawa pada cabor aerosport, dan Rizki Juniansyah pada cabor angkat besi kelas 73 kilogram.

Berbeda dengan tim Banten yang tertatih-tatih untuk memperoleh emas, Jawa Barat yang merupakan ‘saudara tua’ Banten kokoh menjadi pemuncak klasmen sementara PON XX Papua.

Hingga Jumat pagi, Jawa Barat berhasil mengoleksi total 167 medali terdiri 55 medali emas, 55 medali perak dan 57 medali perunggu.

Saling Geser di Posisi Puncak

Dikutip BantenHits.com dari Tempo.co, persaingan untuk menduduki puncak daftar perolehan medali PON Papua berlangsung ketat. Sepanjang Kamis, 7 Oktober 2021, geser-menggeser posisi terus terjadi.

Tuan rumah Papua sempat menyodok ke posisi teratas, tapi ketika seluruh perlombaan selesai, Jawa Barat kembali naik ke puncak. Posisi tersebut bertahan hingga Jumat pagi ini, 8 Oktober 2021. Papua malah melorot ke urutan keempat, di bawah DKI Jakarta, ketika posisi dua ditempati Jawa Timur.

BACA :  Simpan 90 Bungkus Sabu, Lintong Tak Berdaya saat Diamankan Polisi

Sepanjang Kamis, Jawa Barat mendapatkan tambahan lima medali emas yang membuatnya sulit dikejar DKI Jakarta yang meskipun pada hari yang sama mendapatkan tambahan enam medali emas.

Data laman resmi PON Papua pada Jumat pagi, menunjukkan Jawa Barat sudah mengumpulkan 55 medali emas, 55 medali perak dan 57 medali perunggu.

Jawa Timur di posisi kedua dengan perolehan memperoleh 55 medali emas, 42 medali perak, dan 39 medali perunggu. Mereka menyapu persih medali beberapa cabang, termasuk tenis.

Kamis ini juga menjadi hari terakhir lomba untuk renang artistik di mana Sulawesi Selatan keluar sebagai yang terbaik dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Sementara Jawa Timur menduduki urutan kedua dengan satu emas dan satu perak. Posisi ketiga ditempati DKI Jakarta dengan satu emas dan satu perunggu.

Dari tenis, Jawa Timur menuntaskan dominasinya dengan merebut total tujuh medali emas.

Sedangkan dari atletik, atlet Sumatera Barat Fauma Defril Jumra menjadi yang tertangguh dalam nomor dasalomba putra dengan merebut medali emas, sedangkan perak direngkuh atlet Kalimantan Timur Gayus Sibuang Mang dan perunggu untuk atlet Lampung Afif Setiawan.

Pelari DKI Jakarta Odekta Elvina Naibaho juga meraup emas kedua dari nomor 10.000 meter putri cabang menyusul medali emas 5.000 meter putri dua hari sebelumnya. Namun Odekta gagal memecahkan rekor PON.

BACA :  Iman Ariyadi Bebas dari Bui Lalu Menuju Masjid Baitul Islah; Saya Berani Sumpah Tidak Korupsi

Atlet Nusa Tenggara Barat Sapwaturrahman juga mengukuhkan diri yang terbaik dalam lompat jangkit putra setelah menyabet medali emas di Mimika dengan lompatan sejauh 15,48 meter. Medali perak diraih Agung Wahyudi dari Jawa Tengah dan perunggu untuk Gorri dari Bangka Belitung.

Dari panjat tebing, Jawa Tengah memboyong dua medali emas sekaligus dari nomor speed relay putra dan putri di Mimika. Untuk nomor speed relay putra, Jawa Tengah menurunkan Katibin, Alfian Muhammad Fajri dan Aditya Tri Syahria.

Maluku juga meraih dua medali emas sekaligus dari cabang dayung. Emas pertama dari Chelsea Corputty pada nomor Lightweight Woman Single Sculls (LW1X) setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 8 menit 02,086 detik, sedangkan emas kedua dari Men’s Double Scull (M2X) lewat duo Asuhan Patiiha dan Memo setelah mencatat waktu 6 menit 48,740 detik.

Kontingen Jawa Timur mempertahankan predikat juara umum cabang olahraga selam kolam setelah mengumpulkan 12 medali emas, 4 perak, dan 3 perunggu dalam perlombaan di Arena Akuatik Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura. DKI Jakarta meraih satu medali emas untuk menjegal upaya sapu bersih Jawa Timur pada hari terakhir lomba selam kolam.

BACA :  Diduga Cemari Lingkungan, Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Pandeglang Disidak Wakil Rakyat

Pencapaian 12 medali emas tim selam Jawa Timur lebih baik dibandingkan dengan prestasi PON edisi sebelumnya di Jawa Barat pada 2016 yang juga menjadi juara umum selam kolam dengan 9 emas, 9 perak, 5 perunggu.

Gorontalo merebut medali emas sepak takraw kategori double event putra setelah mengalahkan Jawa Tengah dalam final di GOR Trikora UNCEN, Jayapura, Kamis, dengan skor 2-1 (24-22, 17-21, 21-14),

Lifter Kalimantan Timur Nelly mempersembahkan emas angkat besi putri kelas 59kg di Auditorium Universitas Cenderawasih, Kabupaten Jayapura, setelah mengumpulkan total angkatan 195 kg. Medali perak diraih Sarah dari Jawa Barat dan perunggu untuk Kalimantan Barat Putri Aulia.

Dalam beberapa cabang yang belum memperebutkan medali, antara lain bulutangkis, tim-tim unggulan keluar sebagai juara grup untuk melaju ke semifinal beregu setelah meraih kemenangan dalam pertandingan terakhir penyisihan di GOR Waringin, Jayapura, Kamis.

Unggulan teratas Jawa Barat kembali menang mutlak 5-0 atas Kalimantan Timur, sedangkan unggulan keempat Jawa Tengah menang 3-2 atas Sulawesi Utara dalam pertandingan terakhir penyisihan. Jawa Timur yang unggulan ketiga juga telah memastikan tiket ke semifinal seusai menyingkirkan Banten 3-2, sedangkan DKI Jakarta masih terlalu tangguh untuk Bali.

Sementara itu bola basket putri Bali menorehkan sejarah setelah memastikan diri ke babak final setelah menundukkan Sulawesi Selatan 52-41 di Mimika Sport Complex, Mimika, Kamis.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler