Connect with us

Advertorial

“Benteng” Terakhir untuk Tangkal COVID-19 di Pandeglang Terus Disiapkan Dinkes, Seluruh Komponen Diajak Bergerak

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Raden Dewi Setiani (Tengah/Merah) Mengajak Masyarakat Turut Serta sukseskan Vaksinasi COVID-19. (Istimewa)0

Pandeglang – Vaksinasi menjadi salah satu benteng terakhir agar terhindar dari COVID-19. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, terus berupaya mengoptimalkan vaksin untuk semua lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengatakan, dari target sekitar 982 ribu dosis, baru tercapai 21,08 persen yang sudah divaksin. Oleh itu Dewi mengajak, OPD lintas sektoral bersama-sama mensukseskan vaksinasi.

“Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kita semua harus bergerak untuk mensukseskan vaksin ini, supaya masyarakat terhindar dari COVID-19,” kata Dewi, Sabtu 9 Oktober 2021.

BACA :  PKK Kabupaten Serang Gelar Rapid Tes Gratis Khusus untuk Kaum Hawa

Menurut Dewi, pihak Puskesmas di 35 Kecamatan di Pandeglang masih bergerak melakukan vaksinasi. Dalam sehari, pihak Puskesmas memiliki target sekitar 150 dosis.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga merasa terbantu oleh kegiatan Polri yang terus-terusan melakukan vaksinasi.

“Sampai detik ini kami masih bergerak. Bahkan pihak Puskesmas dan Polres juga sama, sehari masing-masing Puskesmas dan Polsek memiliki target sebabyak 150 dosis,” jelasnya.

Saat menjelang pembelajaran tatap muka (PTM) pihak Puskemas juga bergeriliya untuk melakukan vaksinasi pada para pelajar dan remaja. Target vaksinasi pelajar dan remaja mencapai 31,5 persen.

Dinkes Pandeglang Gencar Vaksinasi COVI-19. (Istimewa)

“Kita datangi sekolah-sekolah, guru-guru agar mau divaksin menjelang PTM ini. Tapi ini enggak cukup, harus dibangu lagi oleh Dinas Pendidikan dalam mensukseskan vaksin,” paparnya.

BACA :  Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Lebih Rendah Dibandingkan Negara Lain

Adik mantan Bupati Pandeglang dua periode ini juga memastikan bawa vaksinasi COVID-19 aman. Sebab selama proses vaksinisasi digerakan tidak ditemukan Kejadian Ikut Pasca Imunisasi (KIPI).

“Insya Allah aman, karena tsampai detik ini tdak ada KIPI vaksin terhadap peserta,” ujarnya.

Selain itu, sebelum disuntik vaksin, masyarakat terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan atau dilakukan skrining kesehatan peserta vaksin dan memberikan pemahaman bahwa disuntik vaksin sangat aman.

“Jika setelah diskrining layak untuk divaksin, maka disuntik vaksin. Maka dari itu, kegiatan vaksinisasi ada manfaat bagi peserta dalam mengetahui kesehatan tubuhnya,” ungkap Dewi.

Pihaknya pun kerap menyarankan kepada para vaksinator, untuk menguatkan pada tim skrining dalam memastikan perserta vaksini apakah aman disuntik vaksin atau tidak.

BACA :  Empat Penghargaan Diraih Kota Tangerang di IRSA 2017

“Bahkan kami pun sudah memberikan pelatihan pada vaksinator, sehingga mereka (tenaga kesehatan) sudah menguawasi untuk menjadi vasinator,” tutupnya. (Advertorial)



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler