Connect with us

Berita Terbaru

Korban Dugaan Pelecehan Presiden Mahasiswa Untirta Bermunculan Lalu Lapor Polisi; Ternyata Begini Modusnya

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Rektor Untirta, Prof. Fatah Sulaiman memberlakukan penerapan protokol kesehatan ketat di kampus. (BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang- Kasus dugaan pelecehan seksual oleh presiden mahasiswa (Presma) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau Untirta berbuntut panjang. Adalah KZ.

Ya, beberapa wanita yang mengaku korban dari ‘keganasan’ KZ mulai bermunculan lalu melapor ke pihak berwajib.

Salah satu pengacara dari LBH Rakyat Banten Rizki Arifianto mengatakan, korban yang melapor bukan yang kasusnya sempat viral di media sosial melainkan korban lainnya.

“Iya ini korbannya kronologisnya berbeda dari yang dirilis sama akun Instagram @puan.tirta,” ujar Rizki seperti dikutip Suarabanten.id -Jaringan Bantenhits-, Senin, 18 Oktober 2021.

Rizki mengungkapkan, hingga saat ini ada dua korban yang mengaku mendapat pelecehan seksual yang dilakukan KZ. Namun, baru satu yang bersiap melaporkan. Sementara, kondisi korban lainnya masih belum stabil.

BACA :  Safari Kebangsaan, Zulkifli Minta Siswa di Serang Jadi Satgas Berantas Narkoba

Rizki menjelaskan, korban yang didampinginya saat ini merupakan korban yang diduga dilecehkan oleh KZ pada 29 Agustus 2021 sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu KZ mendatangi kosan korban dengan dalih ingin meminjam charger handphone.

“Untuk korban yang satunya lagi kita masih mengusahakan melakukan pendekatan. Korban yang satunya lagi ini untuk komunikasi saja masih agak susah,” kata Rizki.

Korban bersama 14 pengacaranya melaporkan KZ pada Kamis (14/10/2021) lalu setelah korban berkomunikasi terlebih dulu dengan pihak hukum.

“Kita melaporkan dari Rabu 13 Oktober tapi dikarenakan enggak ada penyidik wanita saat malam hari untuk melakukan BAP, sehingga besoknya (Kamis 14 Oktober 2021) kita ke Polres lagi,” urainya.

BACA :  Dua Truk Pembawa Ratusan Telur Tanpa Dokumen Diamankan Petugas

“Lalu dilakukan pemeriksaan kurang lebih empat jam proses pemeriksaan pada korban hingga akhirnya polisi mengeluarkan surat Tanda Bukti Lapor, menerima laporan kita dan akan menindak secara tegas ketika terduga pelaku ini terbukti melakukan tindakan-tindakan pelecehan seksual sesuai dengan pasal yang dituduhkan,” jelas Rizki.

Adapun pasal-pasal yang dituduhkan terhadap terduga pelaku yakni diantaranya Pasal 290, Pasal 289, dan Pasal 281.

“Di tanda bukti lapor itu penyidik menetapkan Pasal 290 dengan ancaman 7 tahun,” kata Rizki.

Sementara itu, hingga kini KZ masih belum memenuhi panggilan dari pihak kepolisian untuk pemeriksaan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler