Connect with us

Berita Utama

Lagi Pandemi, Pejabat Cilegon Panen Uang Suap Izin Parkir Rp 530 Juta dari Dua Perusahaan Ini

Published

on

Suasana sidang suap mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon Uteng Dedi. [Bantennews.co.id]

Serang- Fakta-fakta baru bermunculan dalam kasus suap syarat penerbitan Surat Pengelolaan Tempat Parkir atau SPTP Pasar Baru Cilegon.

Hal itu terungkap dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang, Senin, 25 Oktober 2021.

Diketahui, kasus suap tersebut menyeret Kepala Dinas Perhubungan atau Kadishub Cilegon Uteng Dedi Apendi

Dikutip dari Suarabanten.id (jaringan Bantenhits) Agenda sidang perdana tersebut merupakan pembacaan dakwaan tim Jaksa Penuntut Umumdari Kejaksaan Negeri atau Kejari Cilegon yang diketuai Sudiyo.

Dalam persidangan tersebut ia menyebutkan Juli 2020 silam, Uteng menerima duit pelicin dari tangan Hartanto selaku Komisaris PT. Hartanto Arafah Perkasa sebesar Rp130 juta.

BACA :  Musprov IMI Banten Diharapkan Mampu Hasilkan Atlet Terbaik

Pertemuan bawah meja itu berlangsung di Rumah Makan Bintang Laguna, Jalan Ahmad Yani Nomor 23 Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Tak hanya itu, Agustus 2020, Uteng juga menerima uang sebesar Rp400 juta dari Mohammad Faozi Susanto selaku Direktur PT. Damar Aji Mufidah Jaya.

Keduanya bertemu di Hotel Le Semar Kota Serang, Jalan Bhayangkara Nomor 50 Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang.

“Terdakwa memberikan izin pengelolaan parkir kepada saksi Faozi Susanto,” kata JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Atep Sopandi.

Uang pelicin dari kedua saksi diterima Uteng agar menerbitkan SPTP kepada PT. Hartanto Arafah Perkasa dan PT. Damar Aji Mufidah Jaya untuk dapat mengelola parkir di Eks-Terminal Angkot Pasar Kranggot Tahun 2020.

BACA :  Anak-anak Yatim Akibat COVID-19 di Pandeglang Tak Bisa Sekolah, Kata-kata Bupati Perempuan Ini Bikin Meleleh

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga abdui negara, tindakan Uteng dianggap menyalahgunakan jabatan dan bertentangan dengan Pasal 12 Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara dan untuk tidak menyalahgunakan wewenang dan menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan atau pekerjaannya.

Hal itu diatur dalam Pasal 4 angka 1 dan angka 8 Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil atau sebagai Penyelenggara Negara selaku Kepala Dishub Kota Cilegon untuk tidak melakukan perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme sebagaimana diatur dalam Pasal 5 angka 4 Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

BACA :  Pimpin Golkar Kota Tangerang, Sachrudin Siap Menangkan WH-Andika

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler