Connect with us

Advertorial

PPKM Level 1 Tak Buat Pemkota Tangerang Lengah; Prokes Ketat dan Penggunaan Aplikasi Ini Tetap Diterapkan

Published

on

Warga tampak menerapkan protokol kesehatan ketat saat bermain di taman tematik. (FOTO Pemkot Tangerang)

Tangerang- Kota Tangerang resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.

Bukan tanpa alasan, hal itu berhasil dicapai daerah yang dikomandoi Arief R Wismansyah ini berkat kekompakan mereka dalam memberantas Covid-19.

Diberlakukannya PPKM Level 1 tentu aaja membuat pemerintah melonggarkan sedikit aktivitas masyarakat. Salah satunya dengan dibukanya kembali empat taman tematik di Kota Akhlakul Karimah.

Meski demikian, PPKM Level 1 ini tak membuat pemerintah lengah. Protokol kesehatan (Prokes) ketat tetap diberlakukan ditambah pengoptimalan aplikasi PeduliLindungi.

Ya, pengunjung yang silih berganti mulai meramaikan taman tidak direpotkan dengan aturan prokes. Orangtua hingga anak-anak telihat tetap dapat menikmati suasana taman, walau harus selalu menggunakan masker.

BACA :  Bermodal Duit Rp20 Ribu, Petani di Malingping Berkali-kali Tindih Anak Tiri hingga Hamil 6 Bulan

Lebih dulu mencuci tangan, scan barcode peduli lindungi, hingga cek suhu terlihat menjadi urutan wajib, yang tak perlu lagi diawasi hingga diperintahkan berulang oleh para petugas yang berjaga.

Hal ini pun diungkapkan, Delia, salah seorang pengunjung Taman Gajah yang mengaku sebagai pengunjung setia taman tematik sejak sebelum pandemi covid-19. Ia mengaku, senang dan tak lagi pusing memberi hiburan bagi anak-anaknya di waktu libur kerjanya.

“Sekarang dibuka kembali, ya senang sekali. Terkait prokes si tidak ribet, karena udah terbiasa dan dimana-dimana juga begitu. Anak saya juga alhamdulillah tetap senang main dan lari sana sini, dengan tetap menggunakan masker,” ungkap Delia.

Situasi serupa juga terlihat di Taman Burung, yang mulai ramai dikunjungi. Rachel R Firmansyah, salah seorang pengunjung mengaku sangat menikmati suasana Taman Burung bersama dua temannya.

BACA :  Pulang Kampung di Tengah KLB Corona, Masyarakat Lebak Diminta Lakukan Ini

“Tadi lagi jalan-jalan, lihat ada petugas taman ternyata udah boleh masuk dan main bersama burung-burung. Seru banget, dulu sering banget kesini kalau car freeday. Dan ini jadi kali pertama lagi kesini,” katanya.

Buatnya, prokes yang diterapkan sudah baik. Terlebih wajib akses Peduli Lindungi membuat dirinya terasa lebih aman.

“Secara tidak langsung, bisa dipastikan semua pengunjung sudah tervaksin. Selalu menggunakan masker, insyaallah meminimalisir potensi penularan. Asik, seru dan refreshing banget dari tugas sekolah,” papar Rachel.

Diketahui, kini dibukanya seluruh taman di Kota Tangerang pun menjadi harapan seluruh masyarakat, walau masih harus prokes ketat. Pasalnya, sejak dulu taman tematik menjadi alternatif liburan keluarga yang gratis dan tetap menyenangkan di Kota Tangerang. (Advertorial)

BACA :  Ketua Pemuda Muhammadiyah Pandeglang yang Siap Terbang ke Palestina Membela Umat Islam Dikenal Kritis dan Loyalis Amien Rais



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler