Connect with us

Berita Utama

Santer Terdengar Nama-nama ‘Pengepul’ Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemprov Banten, Ini Penelusuran Mahasiswa Banten

Published

on

Mahasiswa Banten yang tergabung Himpunan Mahasiswa Banten atau HMB Jakarta mencium dugaan praktik jual beli jabatan di BKD Banten. Foto ilustrasi: Ketua HMB Jakarta, Muhammad Fahri dalam sebuah kegiatan. (Istimewa)

Serang – Praktik dugaan jual beli jabatan di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah atau BKD Provinsi Banten tercium mahasiswa Banten yang tergabung Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta.

Bahkan, HMB Jakarta sudah mengantongi nama-nama yang santer disebut pengepul dalam dugaan praktik kotor jual beli jabatan tersebut.

“Kami masih proses penyidikan. Cuma selentingan informasi saya sudah megang nama-nama pengepulnya, yang menurut saya sentris sekali nama-nama ini di dunia ‘percaturan’,” ungkap Ketua HMB Jakarta Muhammad Fahri kepada BantenHits.com melalui pesan WhatsApp, Selasa, 9 November 2021.

BACA :  Warga Cipondoh Alirkan Dukungan untuk Arief

“Proses mutasi perjabat birokrasi ini rentan sekali praktek jual beli jabatan. Kasus ini juga sering terjadi di berbagai daerah,” sambungnya.

Terkait hal itu, Muhammad Fahri meminta BKD Provinsi Banten benar-benar bersih dari praktik jual beli jabatan.

Menurut Fahri, BKD harus memperhatikan dasar-dasar saat melakukan pengisian jabatan birokrasi, yaitu berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kualitas kinerja, dan rekam jejak integritas.

Fahri menilai pengisian jabatan biasanya terjadi akibat pengaruh dukungan saat kontestasi pilkada, karena dekat dengan atasan atau masih keluarga, atau membuka warung dan memasang tarifnya yang biasa kita sebut dengan jual beli jabatan.

Daftar pimpinan daerah yang terlibat dalam praktik jual beli jabatan dapat terus bertambah. Sepanjang proses rekrutmen dan kontestasi pimpinan daerah masih diwarnai politik transaksional, maka sepanjang itu pula praktik jual beli jabatan masih akan terjadi.

BACA :  SMPN 2 Rangkasbitung Jadi Sekolah Rujukan di Lebak

“Pengisian jabatan birokrasi seperti ini biasanya rentan terjadi praktek jual beli jabatan, oleh karena itu saya meminta BKD Banten harus benar-benar jujur dalam proses mutasi dan rotasi jabatan birokrasi. Jangan sampai terjadi praktek jual beli jabatan di pemerintahan provinsi Banten,” kata Fahri

Menurutnya di berbagai daerah, bukan rahasia lagi bahwa pemilihan dan pengangkatan pejabat dilakukan bukan karena kinerja dan prestasinya.

Ia berharap BKD Banten harus profesional dalam melakukan pengisian jabatan birokrasi berdasarkan integritas, prestasi dan kinerja. Pihaknya akan ikut serta mengawal proses pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian pejabat di Provinsi Banten.

“Saya sebagai pemilik Banten yang sah atau masyarakat Banten akan terus mengawal proses mutasi yang dilakukan oleh BKD Banten. Jika sampai ada indikasi jual beli jabatan, kami akan melakukan aksi massa besar-besaran,” pungkas Fahri.

BACA :  Komisi I DPRD Pandeglang Bakal Panggil Kades Pemilik Rumah Makan Penjual Miras di Cigeulis

Kepala BKD Banten, Komarudin membantah dugaan jual beli jabatan di Lingkungan Pemprov Banten. Seluruh proses pengisian jabatan, kata Komarudin, sudah ditempuh sesuai prosedur. 

“Saya tegaskan itu tidak ada. Semua proses dilakukan sesuai prosedur,” tegas Komarudin saat dihubungi BantenHits.com, Selasa, 9 November 2021.

Editor: Fariz Abdullah

NB: BantenHits.com mengubah paragraf terakhir pada berita di atas. Sebelumnya, BantenHits.com menuliskan:

Kepala BKD Banten Komarudin belum merespons upaya konfirmasi yang diajukan BantenHits.com melalui telepon dan pesan WhatsApp pada Selasa, 9 November 2021 jam 10.33 WIB.

Hingga berita ini dipublikasikan, BantenHits.com masih terus mengupayakan konfirmasi dari BKD Banten.

Bagian itu BantenHits.com hilangkan karena pada jam 11.00 WIB, Kepala BKD Banten, Komarudin memberikan tanggapan. 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler