Connect with us

Berita Utama

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus OTT di Kantor BPN Lebak; Ruang Kepala Langsung Dipasang Police Line

Published

on

Penyidik Ditreskrimsus Polda Banten saat melakukan penggeledahan di Kantor BPN Lebak. Dua pegawai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus OTT (istimewa)

Lebak- Ditreskrimsus Polda Banten menetapkan dua tersangka dalam kasus operasi tangkap tangan atau OTT di kantor BPN Kabupaten Lebak. Masing-masing RY (50) dan PR (41).

Keduanya merupakan staff di kantor yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman KM 5, Desa Narimbang Mulia, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak tersebut.

Baca Juga: Diduga Minta Duit Lebih Buat Ngurus Sertifikat, Lima Pegawai BPN Lebak Terjaring OTT

Dalam siaran pers yang diterima Bantenhits, mereka ditetapkan tersangka lalu ditahan setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Ya, pihak kepolisian menahan mereka lantaran terdapat dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan sertifikat hak milik (SHM).

BACA :  Saksi Beberkan Modus Manajer Finance PT Hand Sum Tex Gelapkan Uang Rp 14,5 M sejak 2009

“Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik Ditreskrimsus Polda Banten telah menetapkan 2 tersangka yang bekerja sebagai staf kantor BPN Lebak,”kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, Minggu, 14 November 2021.

Baca Juga: Polisi Bongkar Amplop Sitaan Hasil OTT di Kantor BPN Lebak; Jumlahnya Bisa Beli Motor Sport

Menurut Shinto, tim penyidik juga memasang garis polisi atau police line di ruangan kepala kantor BPN Kabupaten Lebak.

“Benar, ruang Kepala Kantor BPN dan ruang kerja lainnya untuk sementara waktu kami police line, guna pendalaman penyidikan,” katanya.

“Atas perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal 12 huruf e UU Nomor 20 Tahun 2001, dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” timpal Ditreskrimsus Polda Banten, AKBP Dedi Prasetyo.

BACA :  Bupati Serang Lantik Ratusan Bunda PAUD

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler