Connect with us

Advertorial

Pemkot Tangerang Latih Pendidikan Mental dan Karakter Santri

Published

on

Santri di Kota Tangerang saat mengikuti pendidikan mental dan karakter. (Istimewa)

Tangerang- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kota Tangerang menggelar Pendidikan Mental dan Karakter Anak, Rabu, 17 November 2021.

Acara yang mengusung tema ‘Sehari Bercerita, Healing Tercipta’ itu diikuti anak-anak santri, guru hingga wali murid dari YAPMI Boarding School, Kecamatan Periuk.

Kepala DP3AP2KB, Jatmiko mengungkapkan, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk tanggungjawab Pemkot Tangerang untuk membentuk karakter dan menanamkan moral pelajar sebagai aset penerus Kota Tangerang.

Dengan itu, lanjut Jatmiko, DP3AP2KB bekolaborasi dengan Puspaga sebagai ahlinya untuk memberikan pemaparan terkait mengenal diri sendiri dan menggali potensi diri.

BACA :  Istri di Kab. Tangerang Berdarah-darah saat Rebutan Pisau dengan Sang Suami; Kondisinya Memilukan

“Kita yakini, lingkungan yang sehat dan berkarakter merupakan hal yang paling berpengaruh bagi pembentukan karakter anak,”kata Jatmiko.

“Dengan itu, pada kegiatan ini kita sertakan kelas orangtua, sekolah atau pendidik dan komponen pesantren lainnya. Karena mereka semua akan berpengaruh dalam pembentukan karakter anak,”tambahnya.

Kata Jatmiko, DP3AP2KB juga mengajak pihak pesantren untuk menciptakan suasana yang kondusif dan mencegah terjadinya perpecahan.

“Mencegah terjadinya kondisi mental yang lemah dengan moral yang tidak baik, dengan meningkatkan kondisi mental dan moral individu,”katanya.

“Menjadikan anak-anak pondok yang tangguh menghadapi segala masalah yang bijak,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puspaga Kota Tangerang, Sri Damayani menuturkan dalam kegiatan ini Puspaga tidak hanya memberikan sosialisasi, pemaparan atau ruang diskusi. Puspaga Kota Tangerang juga membuka layanan konseling yang diikuti 18 anak santri yang dinilai membutuhkan bimbingan atau pendampingan.

BACA :  Miras Oplosan yang Tewaskan Lima Warga Tangerang Campuran CIU, Obat Nyamuk dan Spirtus

“Kita lakukan sesi konseling satu per satu ke 18 anak tersebut, kita lakukan pendekatan yang lebih dalam. Sehingga kita mengetahui apa yang mereka pikirkan, inginkan dan penanganan dan perbantuan yang kita berikan bisa lebih tepat sasaran sesuai yang mereka butuhkan. Konseling ini biasanya akan kita lakukan secara berlanjut, jika dilihat mereka membutuhkan penanganan lanjutan,” katanya. (Advertorial)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler