Connect with us

Berita Terbaru

Malam-malam Awak Kabin Lion Air Acung-acungkan Poster di Pusat Kota Semarang, Ini yang Mereka Sampaikan

Published

on

Awak kabin Lion Air acungkan beragam poster di acara Semarang Night Carnival 2021.(Foto: Dok. Lion Air)

Semarang – Sejumlah awak kabin Lion Air seperti pramugara dan pramugari tiba-tiba malam-malam hadir di Kota Semarang. Mereka kompak mengacung-acungkan poster yang telah mereka siapkan.

Aksi para awak kabin Lion Air ini, bukanlah bagian dari unjuk rasa alias demonstrasi. Mereka sedang berpartisipasi mendukung pelaksanaan Semarang Night Carnival (SNC) 2021 di GOR Jatidiri Semarang, Jawa Tengah.

Poster-poster yang dibentangkan para awak kabin di antaranya bertuliskan “Terbang itu Aman”, ” Yakin Gak Mau Ketemuan di Pesawat? ” dan masih banyak poster lainnya.

Agenda SNC bertepatan momentum Festival HAM pada 16-19 November, di mana Kota Semarang menjadi tuan rumah. Aksi partisipasi para awak kabin Lion Air dilakukan dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan.

BACA :  Kantor Disdukcapil Kota Serang Rawan Maling

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan, keterlibatan pada perhelatan tahunan tersebut, sebagai bagian Lion Air Group dalam membantu menggeliatkan sektor pariwisata di Jawa Tengah khususnya Semarang.

“Mengusung kampanye ‘Ayo Jelajahi Indonesia di Semarang’, Lion Air Group optimis dengan berbagai inisiasi dan kolaborasi dari seluruh pihak maka harapan utama  proses percepatan pemulihan perekonomian akan terus tumbuh melalui pariwisata dan penerbangan,” kata Danang dalam keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com.

Awak kabin Lion Air saat acara Semarang Night Carnival 2021.(Foto: Dok. Lion Air)

Dalam kesempatan itu, Lion Air Group mengucapkan terima kasih atas sinergitas yang terjalin dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang dan lainnya dalam ajang Semarang Night Carnival 2021 yang telah menarik perhatian, salah satu cara memikat publik dapat berkunjung ke Semarang.

BACA :  Pemanfaatan TIK Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Kearsiapan

“Konsep 3A ‘Aksesibilitas, Atraksi, Amenitas’ menjadi dasar para pelaku wisata dan transportasi guna mempertahankan serta meningkatkan kunjungan wisatawan, lama tinggal wisatawan dan minat wisatawan buat berkunjung kembali ke Semarang,” terang Danang.

“Akses wisatawan saat berkunjung ke Semarang. Aksesibilitas yang ditawarkan Lion Air Group tersedia pilihan penerbangan langsung serta saling terhubung (connecting flight) dari dan ke Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang (SRG). Tujuan rute popular ke Jakarta,Bandung, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Pangkalan Bun, Sampit, Denpasar, Batam serta kota-kota lainnya,” sambungnya.

Sementara, Atraksi mencakup segala bentuk yang bisa dinikmati wisatawan berupa daya tarik alam, budaya, sejarah, hasil kreativitas masyarakat.

Kemudian Amenitas atau fasilitas pendukung destinasi wisata, seperti toilet, sarana ibadah, tempat parkir, tempat istirahat (penginapan), pusat oleh-oleh serta tempat makan.

BACA :  Disebut Intervensi Otonomi Desa, Ini Penjelasan Irna

Karnaval digelar terbuka dan diikuti para peserta dari berbagai kalangan yang fokus mempertunjukkan  parade kostum bertemakan “Kemilau Nusantara” dengan kreativitas memukau.

SNC 2021 mengangkat lima kostum yang terinspirasi dari lima destinasi super meliputi  Danau Toba Sumatra Utara, Borobudur Jawa Tengah, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Mandalika Nusa Tenggara Barat dan Likupan Sulawesi Utara.

Berbagai macam atraksi budaya yang terinspirasi kearifan lokal telah menunjukkan dan mencerminkan destinasi atau tujuan “wisata keren” di Indonesia.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler