Connect with us

Berita Terbaru

Capaian Vaksinasi Baru 42 Persen, Kabupaten Pandeglang Bertahan di PPKM Level 3

Published

on

Asda I Setda Pandeglang, Ramadhani (Kiri) usai menghadiri acara FGD Porwan Pandeglang.(BantenHits.com/Samsul Fatoni)

Pandeglang – Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, masih bertahan di PPKM level 3 lantaran capaian vaksinisasi baru mencapai 42 persen. Untuk turun ke level 2 capaian vaksinisasi harus mencapai 50 persen.

“Capaian vaksinisasi di Kabupaten Pandeglang sejauh ini baru mencapai 42 persen. Kami menargetkan awal Desember 2021 mencapai 50 persen, sehingga Pandeglang level nya bisa turun ke level 2,” ungkap Asda I Setda Pandeglang, Ramadhani saat menjadi pemateri dalam acara FGD yang digelar Pokja Waratwan Pandeglang, Selasa 23 November 2021.

Dalam mencapai targetan vaksinisasi tersebut, Pemda Pandeglang telah membentuk tim ditiap kecamatan, untuk turun ke desa-desa dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinisasi dimasa pandemi COVID-19.

BACA :  Ferry Minta Penanganan Kasus OTT di Disdukcapil Pandeglang Penuhi Hak Individu

“InsyaAllah diakhir November atau awal Desember tahun ini targetan vaksinisasi mencapai 50 persen. Sehingga Pandeglang bisa turun level,” katanya.

Diakuinya, salah satu faktor masih rendahnya vaksinisasi karena masyarakat masih ada saja yang enggan dan takut divaksin. Lantaran terkena isu – isu hoax yang menyebar.

Maka lanjut dia, salah satu kegiatan FGD yang digelar Pokja Wartawan Pandeglang, sangat positif dalam menangkal isu – isu hoax tersebut.

“Memang berita hoax dalam dua tahun terakhir terus menyebar secara luas. Kita sulit mencegah di era kemajuan teknologi. Oleh karena itu, kami mengapresiasi acara ini untuk memberi kontribusi positif perihal pentingnya vaksinasi dan risiko penyebaran COVID-19,” ujarnya.

BACA :  Dua Nelayan Asal Lampung Diancam 20 Tahun Penjara Gegera Tangkap Ikan Pakai Bom di Perairan Pandeglang

Ramadhani memastikan, vaksin menjadi salah satu jalan keluar terhindari dari penyebaran COVID-19. Apalagi bila sudah divaksin, risiko terjangkit lebih kecil karena kekebalan tubuh kian menguat.

“Yang terjangkit COVID-19 sebanyak 75 persen karena belum divaksin. Kalau sudah divaksin, tingkat kesembuhannya juga tinggi. Jadi hal ini cukup membuktikan bahwa vaksin sangat penting,” tuturnya.

Dijelaskannya lagi, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai dampak vaksinasi. Sebab sudah dilakukan uji klinis. Terlebih Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa mengenai kehalalan dan keamanan vaksin.

“Maka kami mendorong masyarakat yang belum divaksin, agar mau divaksin demi menciptakan herd immunity. Dengan begitu, bukan hanya menekan risiko keterjangkitan COVID-19, namun juga bisa segera mengembalikan aktivitas masyarakat,” jelasnya.

BACA :  Pemkot Tangsel Kirim 20 Ambulans untuk evakuasi Korban Kecelakaan di Tanjakan Emen Subang

Di tempat yang sama, Ketua pelaksana FGD Porwan Pandeglang, Rifat Alhamidi mengaku, demi meningkatkan edukasi serta peran aktif media komunikasi agar masyarakat dapat menerima informasi yang benar dan akurat tentang vaksinasi COVID-19.

“Maka pihaknya bersama para wartawan yang tergabung dalam Pokja Pandeglang, menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Pentingnya Peran Masyarakat dalam Menangkal Hoaks dan Disinformasi Vaksinasi COVID-19,” tuturnya.

Dia menilai, salah satu faktor rendahnya vaksinasi karena maraknya informasi hoaks dan disinforimasi perihal vaksin COVID-19. Akibatnya, masyarakat masih enggan disuntik vaksin karena berbagai ketakutan maupun kekhawatiran.

“Maka melalui kegiatan ini, dengan harapan masyarakat bisa faham tentang pentingnya vaksinisasi COVID-19,” tandasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler