Connect with us

Berita Utama

Mahasiswa Lintas Kampus di Banten Mulai Turun, Minta Dugaan Keterlibatan Erick Thohir dan Luhut Dalam Bisnis PCR Diusut

Published

on

Mahasiswa lintas kampus di Banten turun ke jalan desak KPK mengusut tuntas dugaan keterlibatan Erick Thohir dan Luhut dalam bisnis PCR. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Ratusan mahasiswa lintas kampus di Banten yang tergabung dalam organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Serang menggelar demonstrasi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera memeriksa Erick Thohir dan Luhut Binsar Pandjaitan.

Mahasiswa menyebut bahwa Menteri BUMN dan Menko Marves itu diduga terlibat dalam bisnis PCR yang belakangan ini ramai menjadi polemik di tengah situasi pandemi COVID-19.

Ketua LMND Kota Serang, Recky Pamungkas mengatakan, aksi mendesak KPK terkait bisnis PCR yang diduga menyeret pejabat tinggi negara itu bukan dilakukan LMND Kota Serang saja, akan tetapi secara nasional dan di berbagai daerah turut serta melakukan hal yang sama.

“Sejak Majalah Tempo merilis hasil penelusurannya terhadap PT GSI yang memiliki relasi dengan pejabat tinggi negara; Erick Tohir dan Luhut Binsar Panjaitan melalui persekutuan bisnis maupun keluarga,” kata Recky di sela-sela aksi di lampu merah Ciceri, Kota serang, Kamis 25 November 2021.

BACA :  Polres Lebak Perketat Keamanan dan Antisipasi Teror Jelang HUT RI

“Dilaporkannya kasus ini ke KPK oleh Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) 4 November lalu, LMND secara nasional telah mengintruksikan kepada kolektif LMND di seluruh wilayah dan Kab/kota di Indonesia untuk melakukan aksi bersama mendesak KPK segera memeriksa ET dan LBP,” tambah Recky.

Meski laporan laporan dugaan korupsi tersebut masuk ke KPK hingga beberapa kali, kata Recky, namun hingga saat ini KPK belum sama sekali memberikan tanda-tanda akan segera mengusut kasus tersebut.

Recky menjabarkan, PT GSI merupakan perusahaan swata yang dimiliki oleh Yayasan Adero Bangun Energi organisasi nirlaba di bawah PT Adaro Energy milik Garibaldi Thohir, kakak Erick Thohir, serta PT Toba Sejahtera dan PT. Toba Bumi Energi yang memiliki afiliasi dengan Luhut Binsar Panjaitan.  

BACA :  Hidup di Gubuk Reyot, Kakek di Pandeglang Ditemukan Tewas Gantung Diri

“PT yang didirikan awal tahun 2020 ini membuat laboratorium umum serta memfasilitasi tes PCR untuk mendeteksi seseorang apakah terjangkit COVID-19 atau tidak dengan berbiaya tinggi. Harga ini kerap naik turun dari mulai Rp200 ribu hingga Rp1jt,” tegas Recky.

Recky mengaku bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan jika perusahaan swasta melakukan aktifitas bisnis. Namun jika itu memiliki relasi dengan negara atau pejabat negara, ini yang menurutnya justru harus ditentang.

“Bahaya kalau perusahaan memiliki relasi dengan negara. Sejak lonjakan COVID-19 makin meninggi kan semua aktifitas kita diperketat. Muncul berbagai kebijakan boleh keluar tapi wajib vaksin lah wajib tes PCR lah, tapi itu dengan berbiaya tinggi, ini namanya negara berbisnis dengan rakyat,” tutur recky.

BACA :  Komunitas Soedirman 30 Sebut Airin Menikmati Hasil Korupsi

Ia menyesalkan tindakan pejabat tinggi negara yang tidak manusiawi terhadap rakyatnya sendiri ditengah situasi yang sulit seperti sekarang. 

“Kami sangat menyesalkan dengan tindakan pejabat tinggi negara yang tidak manusiawi terhadap rakyatnya sendiri, di saat rakyat Indonesia sedang berada di situasi yang sulit seperti sekarang pejabat malah berbisnis dengan rakyatnya,” ucap Recky.

Aksi yang mengatasnamakan ELEMENDemokrasi tersebut pun mengajukan beberapa tuntutan yang antara lain: mendesak KPK agar segera memeriksa Erick Thohir dan Luhur B Pandjaitan, menuntut Presiden Jokowi-Amin memberikan intruksi kepada KPK untuk memeriksa kedua pejabat tersebut; dan menuntut agar Pemerintah menggratiskan ‘tes PCR’ bagi Rakyat.

Aksi ini diikuti oleh beberapa Kampus yang berada di Kota Serang, di antaranya Universitas Bina Bangsa, LMND UIN Banten, LMND Painan, LMND UNSERA, LMND Dwimulya dan LMND UNTIRTA.

Usai berorasi menyampaikan tuntutannya, para mahasiswa lintas kampus di Banten ini kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler