Connect with us

Berita Utama

Koordinasi dengan Kepolisian Buruk lalu Tim Ahli Hanya Bisa Marah, Mahasiswa Sarankan Gubernur Banten Belajar ke Gubernur DKI

Published

on

Mahasiswa yang tergabung Himpunan Mahasiswa Banten atau HMB Jakarta berfoto dengan latar kantor Gubernur Banten. Mahasiswa menilai komunikasi Gubernur Banten Wahidin Halim buruk. (Istimewa)

Jakarta – Kasus unjuk rasa buruh di Banten yang menjebol kantor Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu, 22 Desember 2021 menunjukkan kegagalan Gubernur dan timnya membangun komunikasi yang baik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta Muhammad Fahri dalam keterangan tertulis kepada BantenHits.com, Kamis, 23 Desember 2021.

“Konflik pemimpin dan rakyat itu merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari, pasti ada. Saya menilai ini kegagalan Gubernur Banten dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, mestinya harus melakukan pendeteksian lebih luas dan dalam arah gerakan buruh yang berjilid-jilid ini,” kata Fahri

BACA :  Terjaring Razia Yustisi di Jalan Raya Serpong, Pengemudi Honda Jazz Positif Gunakan Ganja

“Ini kejadian pertama kantor gubernur sampai diduduki, dan saya yakin jika gubernur reaktif dalam kasus ini malah akan menambah kegaduhan,” sambung Fahri.

Fahri menyarankan Gubernur Banten harus banyak belajar kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika menghadapi aksi unjuk rasa buruh.

“Saya rasa Gubernur Banten harus banyak belajar kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dulu pernah terjadi aksi unjuk rasa buruh di DKI Jakarta, tapi Pak Anis Baswedan mampu mengendalikan massa aksi dengan dirinya turun masuk ke barisan massa aksi dan berdialog dengan para buruh, bahkan sampai duduk bersila di aspal,” kata Fahri.

Selain komunikasi Gubernur yang gagal, lanjut Fahri, masalah kedua saya menilai Gubernur Banten tidak melakukan koordinasi yang baik dan intens dengan aparat kepolisian.

BACA :  Iti Minta Kades Tak Main Copot Perangkat dan Sekretaris Desa

“Pak Wahidin Halim saya rasa tidak melakukan koordinasi yang baik dan intens dengan aparat kepolisian, saya melihat aksi unjuk rasa buruh di Banten ini kan aksi lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya, aksi berjilid-jilid, seharusnya Pak Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten bisa mengapresiasi aparat Kepolisian dalam mengamankan aksi unjuk rasa. Kita tau semua gerakan aksi massa adalah by design. Saya sepakat siapapun yang melanggar hukum harus ditindak tegas. Tapi tim ahli Gubernur jangan juga cuma bisanya marah dan mengutuk aksi buruh, seharusnya bukan mengutuk tapi bagaimana membuat formulasi agar aksi apapun harus berujung damai dan simpatik,” kata Fahri.

“Rakyat itu cermin pemimpinnya. Jadi saran saya Gubernur Banten tidak usah bersikap arogan menghadapi persoalan ini, harus menggunakan pendekatan persuasif dan bangun komunikasi yang baik,” tutup Fahri

BACA :  Sering Digeruduk Petani Gegara Irigasi, Dispertan 'Senggol' DBMSDA Kabupaten Tangerang

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler