Connect with us

Berita Terbaru

Demokrat Terseret! Beredar Video Ultimatum, “Darah Kami Mendidih! Kejadian Banten Awal Perlawanan Buruh se-Indonesia!”

Published

on

Tangkap layar video ‘ultimatum buruh ke Gubernur Banten Wahidin Halim. 

Serang – Enam buruh di Banten telah menjadi tersangka menyusul aksi pendudukan ruang kerja Gubernur Banten Wahidin Halim alias WH saat menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022, Rabu, 22 Desember 2021.

Dua dari empat buruh yang menjadi tersangka telah ditahan Polda Banten sejak mereka ditangkapi mulai Sabtu-Minggu, 25-26 Desember 2021.

Belakangan, Selasa, 28 Desember 2021, dua buruh yang ditahan dilepas setelah mendapatkan penangguhan penahanan dari Direskrimum Polda Banten dengan penjamin keluarga dan dua presiden buruh, yakni Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan Presiden KSPI Said Iqbal.

Seperti diketahui WH melalui kuasa hukumnya, Asep Abdullah Busro, melaporkan buruh yang menduduki ruang kerja gubernur ke Polda Banten, Jumat, 24 Desember 2021.

BACA :  Jelang Idul Fitri, Pemkab Pandeglang Bahas PKL Hingga Tarif Angkutan

Tak tanggung-tanggung, ada empat pasal yang dipersangkakan Wahidin Halim kepada Buruh, yakni Pasal 207 KUHP tentang pidana penghinaan terhadap terhadap penguasa yang sah, kemudian tentang perusakan Pasal 170 KUHP, Pasal 160 KUHP dan pasal penghinaan dan pencemaran nama baik melalui sarana elektronik dalam UU ITE.

Minta Demokrat Pecat WH

Sehari setelah para buruh ditetapkan tersangka, beredar video berisi ultimatum dari sejumlah petinggi organisasi buruh di Indonesia, salah satunya Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI).

“Saya meminta, kepada Partai Demokrat membebastugaskan Gubernur Banten Wahidin Halim. Karena apa, dia adalah yang membiarkan, yang menyulut. Dia biang keladi persoalan yang terjadi di Banten,” kata seorang perempuan berkaos putih dalam video.

BACA :  Ketua DPC PBB Kota Serang: Saya Cinta PBB, Tak Jadi Nyaleg Tak Masalah!

Dalam video tersebut, Presiden PPMI Daeng Wahidin juga mengecam keras aksi Gubernur Banten Wahidin Halim melalui kuasa hukumnya yang melaporkan buruh dalam aksi penolakan UMP tahun 2022 beberapa waktu lalu.

Daeng mengingatkan, persoalan Banten ini adalah awal kebangkitan buruh di Indonesia. Dia juga mengaku tersinggung buruh di Banten diperlakukan layaknya koruptor dan bandar narkoba.

“Diam tertindas atau bangkit melawan, sebab mundur adalah suatu penghianatan! Darah kita mendidih, kawan-kawan kita digelandang kaya teroris kemudian disiarkan,” kata Daeng dalam video yang diterima wartawan BantenHits.com melalui pesan berantai WhatsApp, Selasa 28 Desember 2021.

“Bahkan ada dua orang perempuan yang tidak tau apa-apa di jemput dari rumahnya pada itu jelas melanggar hukum,” sambungnya.

Daeng mengaku dengan adanya penangkapan terhadap buruh di Banten, kaum buruh saat ini sedang berduka.

BACA :  Pelaku Jambret HP di Lebak Babak Belur Digebuki Warga

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kita sesama kaum aktivis buruh, kita hari ini berduka. Kami pimpinan buruh seluruh Indonesia mengutuk keras kejadian ini, pasti kami akan melakukan perlawanan semaksimal mungkin untuk itu membebaskan kawan kami yang ditahan Polda Banten,” tegasnya.

Ia juga, minta kepada Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk segera melepaskan kaum buruh yang diamankan oleh Polda Banten.

“Kami minta Kapolri bebaskan kawan kami yang ada di Polda Banten tanpa syarat, tidak ada wajib lapor. Mereka pejuang hak, yang harus tangkap itu (pelaku) korupsi, (bandar) narkoba, bukan pejuang buruh,” tegasnya.

BantenHits.com sudah mencoba mengonfirmasi video tersebut melalui akun Instagram Daeng Wahidin namun sejak Selasa siang, 28 Desember 2021 belum direspons.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler